Dirut BPODT: Konsep Festival Danau Toba Harus Berubah

Dirut BPODT: Konsep Festival Danau Toba Harus Berubah
Dirut BPODT, Arie Prasetyo (Analisadaily/Jafar Wijaya)

Analisadaily.com, Parapat - Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menilai bahwa Festival Danau Toba (FDT) harus memiliki konsep yang bagus untuk dijadikan magnet bagi turis.

Menurut Dirut BPODT, Arie Prasetyo, even yang digelar di Danau Toba harus punya tujuan utama mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman) dengan jumlah besar.

Menurutnya market pariwisata di Danau Toba berubah seiring berjalannya waktu. Karena yang banyak melakukan kunjungan adalah kaum milenial. Untuk itu konsep harus diubah demi menyesuaikan dengan market saat ini.

Arie juga menceritakan perjalanan FDT yang sudah berlangsung selama tujuh tahun. FDT 2013 digelar di Kabupaten Samosir, 2014 di Kabupaten Toba Samosir. Kemudian Kabupaten Karo 2015, di Kabupaten Tapanuli Utara 2016, pada 2017 di Kabupaten Humbang Hasundutan. Dilanjutkan di Kabupaten Dairi 2018 dan te‎rakhir di Kabupaten Simalungun 2019.

"Dulu namanya Pesta Danau Toba, sekarang Festival Danau Toba. Dulu difokuskan ‎di Parapat Simalungun yang dianggap ibu kotanya Danau Toba. Artinya, 7 kabupaten sudah kebagian semua lah FDT. FDT mau diapai ini, menjadi suatu yang menarik. Mau diputar kembali atau menjadi even tetap," ujar Arie, Jumat (17/1).

Arie menilai FDT sudah memiliki nama besar. Namun market pariwisata yang sudah berubah mengharuskan FDT juga mengubah konsep agar mengikuti pasar pariwisata saat ini.

"Orientasi kita untuk wisatawan mancanegara ya. Hal-hal lain, lebih baik lagi evennya dan lebih baik promosinya," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Arie, FDT tidak perlu dihapuskan, namun harus dikelola dengan konsep yang baik melalui promosi yang baik dan tidak perlu digelar setiap tahun. Bisa saja digelar dua tahun sekali.

"Kalau dibuat setahun sekali atau dua tahun sekali. Karena ada even-even tidak perlu dilakukan setiap tahun. Karena lebih greget, persiapan even memiliki lebih banyak waktu dan evennya ditunggu-tunggu. Kita tunggu aja keputusannya bagaimana. Kita membaca komentar-komentar publik dan kita kompilasi, kemudian sama-sama kita rembukan," tukasnya.

(JW/EAL)

Baca Juga