Apple Batalkan Rencana Enkripsi Data Pengguna

Apple Batalkan Rencana Enkripsi Data Pengguna
Kantor Apple (Gizmochina)

Analisadaily.com, California - Apple membatalkan rencana yang memungkinkan pengguna melakukan enkripsi data pada layanan iCloud.

Disinyalir rencana ini batal karena adanya peringatan dari FBI yang khawatir enkripsi data pengguna Apple secara utuh dapat menghambat proses penyelidikan.

Enkripsi data membuat Apple tidak bisa mengakses informasi pengguna yang disimpan di server iCloud-nya, sekalipun adanya permintaan dari lembaga penegak hukum.

Hal inilah yang membuat FBI mengeluarkan peringatan keras dengan menyebut rencana seperti itu akan berdampak negatif. Sebab lembaga penegak hukum akan kesulitan mengumpulkan bukti dalam kasus-kasus yang pelakunya menggunakan iPhone.

Sekitar dua tahun lalu, dalam upaya memblokir para peretas, Apple memberi tahu FBI tentang rencananya menawarkan kepada pengguna enkripsi ketika menyimpan data iPhone di iCloud.

Jika rencana itu diaplikasikan, maka pihak perusahaan tidak akan lagi memiliki kemampuan untuk mengakses data pengguna bahkan di bawah perintah pengadilan.

Mendengar rencana tersebut, FBI langsung menyatakan keberatan dengan alasan bahwa hal itu akan membuka tingkat kesulitan dalam mengumpulkan bukti terhadap tersangka yang menggunakan iPhone.

"Upaya itu dibatalkan karena tekanan hukum memuncak dengan alasan yang dapat Anda bayangkan," ujar seorang mantan karyawan Apple yang tidak mau disebut namanya.

Sementara seorang cybersecurity, Leeza Garber, menyebut keputusan ini tidak merugikan informasi pengguna secara langsung.

"Pengguna masih dapat memantau data apa yang diunggah ke iCloud. Data fisik yang disimpan di iPhone tidak dapat diakses dari jarak jauh. Oleh karena itu pengguna perlu lebih berhati-hati tentang informasi apa yang ingin disimpan di cloud," ujarnya, dilansir dari Gizmochina, Rabu (22/1).

"Sementara perusahaan besar seperti Apple dan Google melakukan yang terbaik untuk melindungi data pengguna. Ini adalah peluang bagus bagi pengguna untuk mempertimbangkan apa yang dipilih untuk disimpan secara online."

"Pada akhirnya kita perlu mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas tindakan dan keputusan kita. Memahami pengaturan privasi, pilihan cadangan, dan langkah-langkah keamanan digital adalah prioritas. Kami perlu mempertimbangkan opsi cadangan alternatif. Meskipun iCloud mudah diakses, ia memiliki banyak kekurangan. Pengguna dapat secara efektif menggunakan hard drive 3TB yang disimpan di brankas untuk privasi," ungkap Garber.

Editor:  Eka Azwin Lubis

Baca Juga