Ilustrasi (Foreign Policy)
Analisadaily.com Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO melaporkan, mayoritas kasus baru virus corona di China dalam kategori ringan. Hal ini dilaporkan WHO pada Jumat, 7 Februari 2020.
Dilansir dari
Channel News Asia, Sabtu (8/2), dari 17.000 kasus dilaporkan otoritas China, 82 persen dari kasus tersebut adalah ringan, 15 persen parah, dan 3 persen kritis, kata ahli epidemiologi WHO, Maria van Kerkhove.
"Kami tahu bahwa 2 persen atau kurang dari 2 persen sekarang dari kasus yang dilaporkan telah meninggal," kata Maria.
Setidaknya 34.000 orang telah terinfeksi secara global oleh virus, yang telah menewaskan lebih dari 700 orang, terutama di China.
Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, beberapa negara masih gagal berbagi data klinis tentang kasus-kasus virus yang dikonfirmasi dan mendesak mereka untuk melakukannya segera.
"Kami memiliki musuh bersama yang berbahaya, yang dapat membawa pergolakan serius, sosial, politik dan ekonomi. Ini adalah waktu untuk melawannya bersama-sama," kata Tedros.
Tedros juga menunjukkan bahwa antara Rabu (5/2) dan Kamis (6/2), jumlah kasus virus yang dilaporkan menurun.
"Ini adalah kabar baik, tetapi kami memperingatkan agar tidak terlalu banyak membaca, jumlahnya bisa naik lagi. Ada kekurangan masker dan peralatan pelindung lainnya terhadap virus corona," ucapnya.
WHO awal pekan ini mengatakan sudah mulai mengirim masker, sarung tangan, respirator, gaun isolasi pelindung, dan alat tes ke negara-negara yang membutuhkan bantuan.
(RZD)