Para pengunjung di rumah sakit di Wuhan mengantri untuk menemui dokter (AFP/Hector RETAMAL)
Analisadaily.com, Beijing - Komisi Kesehatan Nasional China, jumlah korban tewas akibat wabah COVID-19 meningkat 121 di daratan China, kata, Jumat (14/2). Mayoritas korban meninggal dunia berasal dari provinsi pusat Hubei dan ibukotanya, Wuhan.
Komisi Kesehatan Hubei mengatakan, ada 116 kematian baru di provinsi itu, termasuk 88 di Wuhan. Sebanyak 5.090 kasus lainnya telah terdeteksi, termasuk 4.823 di Hubei. Lebih dari empat perlima kasus baru provinsi itu ada di Wuhan.
Dilansir dari
Channel News Asia, Jumat (14/2), namun jumlah kematian akumulatif direvisi turun dari 1.488 menjadi 1.380. Para pejabat mengatakan beberapa kematian telah dihitung lebih dari satu kali.
Pejabat pun menghapus 108 kematian setelah menemukan statistik ganda di Hubei. Komisi juga mengurangi 1.043 dari jumlah total infeksi yang dikonfirmasi di Hubei setelah verifikasi. Jumlah total kasus sekarang mencapai 63.851.
Tingkat epidemi dikabarkan semakin dalam pada hari Kamis setelah pihak berwenang di Hubei mulai menghitung pasien yang didiagnosis melalui pencitraan paru, di samping yang menjalani tes laboratorium.
Revisi menambahkan hampir 15.000 pasien ke hitungan Hubei dalam satu hari, dengan para pejabat menjelaskan, kasus-kasus masa lalu dimasukkan.
Organisasi Kesehatan Dunia telah bergerak untuk menenangkan ketakutan, dengan mengatakan angka-angka baru itu"tidak mewakili perubahan signifikan dalam lintasan wabah.
Tetapi, Adam Kamradt-Scott, seorang ahli penyakit menular di Pusat Studi Keamanan Internasional di Universitas Sydney, mengatakan, angka-angka baru tidak memberikan indikasi wabah mendekati puncak.
"Berdasarkan tren saat ini dalam kasus yang dikonfirmasi, ini tampaknya menjadi indikasi yang jelas, sementara pihak berwenang China melakukan yang terbaik untuk mencegah penyebaran virus corona, langkah-langkah yang cukup drastis yang telah mereka terapkan hingga saat ini tampaknya terlalu sedikit. terlambat," kata Adam.
(CSP)