Kematian Akibat Corona COVID-19 Tembus 1.770 Orang

Kematian Akibat Corona COVID-19 Tembus 1.770 Orang
Ilustrasi (Sky News)

Analisadaily.com, Beijing - Jumlah korban meninggal dunia akibat epidemi virus corona COVID-19 di China melonjak menjadi 1.770 setelah 105 orang lagi meninggal, kata Komisi Kesehatan Nasional, Senin (17/2).

Dilansir dari Channel News Asia, lebih dari 70.500 sekarang telah terinfeksi secara nasional oleh virus, yang pertama kali muncul pada bulan Desember 2019 di Provinsi Hubei sebelum menyebar ke seluruh negeri.

Pemerintah China telah menempatkan sekitar 56 juta orang di Hubei dan Ibu Kotanya, Wuhan, di bawah karantina, hampir menyegel provinsi itu dari bagian lain negara dalam upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengendalikan virus ini.

Kasus-kasus baru di luar pusat virus telah menurun selama 13 hari terakhir. Ada 115 kasus baru di luar provinsi pusat, turun tajam dari hampir 450 seminggu yang lalu.

Otoritas lokal di tempat lain di China telah memperkenalkan langkah-langkah untuk mencoba dan menghentikan penyebaran virus, termasuk aturan di Beijing yang mengharuskan orang datang ke Ibu Kota untuk dikarantina sendiri selama 14 hari.

Sebagian besar kasus masih di Hubei, di mana hampir 2.000 dilaporkan. Jumlah infeksi yang dilaporkan menggelembung pada Kamis (13/2) pekan lalu setelah pihak berwenang Hubei mengubah kriteria mereka untuk menghitung kasus, secara surut menambahkan 14.000 kasus dalam satu hari.

Angka per hari ini untuk kasus-kasus baru sekitar 100 lebih tinggi dari angka pada hari Minggu (16/2), tetapi masih turun tajam dari angka pada hari Jumat (14/2) dan Sabtu (15/2).

Seorang juru bicara otoritas kesehatan nasional China mengatakan, pelambatan adalah tanda bahwa wabah sedang dikendalikan. Namun, kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus telah memperingatkan, tidak mungkin untuk memprediksi ke arah mana epidemi ini.

Para pakar internasional telah tiba di Beijing dan mulai bertemu dengan rekan-rekan mereka di China mengenai epidemi ini, kata Tedros di Twitter.

Di luar daratan China, pejabat Taipei melaporkan kematian pertama akibat virus corona, ketika seorang pria berusia 61 tahun dari Taiwan tengah dengan masalah kesehatan yang mendasarinya, tetapi tidak ada riwayat perjalanan luar negeri baru-baru ini meninggal di rumah sakit.

Dia adalah orang kelima di luar daratan China yang mati karena virus, dengan kematian lainnya di Filipina, Hong Kong, Jepang, dan Prancis.

(RZD)

Baca Juga