Kecewa Pembagian BLT, Demo Warga Berujung Rusuh

Kecewa Pembagian BLT, Demo Warga Berujung Rusuh
Sekda Madina, Gozali Pulung meminta Masyarakat Mompang Julu membuka blokade jalan. (Analisadaily/Adra Syukur)

Analisadaily.com, Mandailing Natal - Ratusan warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal (Madina), melakukan pemblokiran Jalan Lintas Sumatera (Jalisum) menuntut agar kepala desa mereka turun dari jabatannya, Senin (29/6). Aksi massa itu yang dipicu akibat pembagian bantuan langsung tunai (BLT) yang dianggap tak sesuai itu berujung kerusuhan.

Awalnya warga melakukan pemblokiran jalan, namun dilaporkan dua mobil menjadi sasaran amuk massa. Balai desa pun tak luput dari amuk warga.

Informasi yang didapat kerusuhan terjadi akibat kurang transparannya penggunaan Dana Desa (DD) dan penyaluran BLT dari Dana Desa tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. Warga menduga yang mendapat BLT DD hanya kroni-kroni atau keluarga kepala desa.

Dalam orasinya, masyarakat meminta Bupati Madina, Drs. Dahlan Hasan Nasution agar memberhentikan Kepala Desa Mompang Julu, Hendri Hasibuan dari jabatannya hari ini juga, dan apabila bupati tidak memberhentikannya maka warga menyatakan akan terus melaksanakan aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Sebelumnya Sekda Madina, Gozali Pulungan didampingi oleh Kapolres Madina, Danramil 13/ Pyb, Kadis PMD serta Inspektorat yang datang ke lokasi untuk menenangkan massa dan meminta membuka Jalisum agar tidak mengganggu para pengguna jalan, tidak berhasil.

Di hadapan masyarakat, Sekda Madina berjanji akan menyelesaikan persoalan ini dalam waktu lima hari kerja, karena bupati sedang berada di luar kota.

Namun, masyarakat tidak menerima, masyarakat meminta agar dalam hari ini juga kepala desa mereka diberhentikan.

Pantauan, aksi masyarakat mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Madina.

Baca Juga

Rekomendasi