Perluas Edukasi, EWF Medan Bersama KBI dan JFX Gelar Media Training

Perluas Edukasi, EWF Medan Bersama KBI dan JFX Gelar Media Training
Media training (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap investasi di perdagangan berjangka komoditi masih rendah. Edukasi yang minim dan masih banyaknya pialang ilegal yang menawarkan keuntungan semu kerap menjadi penyebab utama.

Dari website Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) total pialang berjangka resmi tercatat mencapai 70 perusahaan. Beberapa waktu lalu, Bappebti telah memblokir lebih dari 1000 situs entitas yang tidak memiliki izin usaha sebagai pialang berjangka.

Peluang yang terbuka luas dengan iming-iming keuntungan besar dan pengetahuan investasi yang rendah, menjadi celah para pelaku pialang berjangka ilegal untuk menarik nasabah. Sayangnya, hal yang mereka lakukan cenderung merugikan dan merusak nama industri perdagangan nerjangka komoditi.

Atas latar belakang hal tersebut, Equityworld Futures Medan (EWF Medan) menggelar media training yang dihadiri sekitar 25 media dari kategori cetak, online, dan elektronik. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan industri perdagangan berjangka komoditi dan peran Kliring Berjangka Indonesia.

Pimpinan Cabang EWF Medan, William Moenandir mengatakan, media merupakan mitra kerja yang berperan penting dalam menyampaikan informasi benar kepada masyarakat luas. Dengan pemahaman yang lebih menyeluruh oleh para jurnalis, maka pandangan tentang perusahaan pialang berjangka di industri perdagangan berjangka komoditi diharapkan semakin positif.

Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia, Fajar Wibhiyadi, dalam keterangan tertulisnya mengatakan, pihaknya akan terus melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait investasi di perdagangan berjangka komoditi.

Edukasi kepada masyarakat merupakan hal yang penting dilakukan. Masyarakat perlu memahami sepenuhnya tentang investasi, termasuk resiko-resiko investasinya,” sebutnya.

Research Business Development & Education Division Coordinator Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange), Asep Risman menyampaikan, perdagangan berjangka komoditi membutuhkan sosialisasi yang berkelanjutan, agar citra pada industri ini semakin baik.

“Sebagai salah satu SRO, kami memiliki tanggung jawab untuk melakukan edukasi kepada para stakeholder dan masyarakat mengenai mekanisme dan produk di perdagangan berjangka agar industri ini dapat terus tumbuh dan berkembang,” sebutnya.

Pada pemaparan tentang Loco Gold, EWF Medan menjelaskan bagaimana menentukan harga emas di pasar, yaitu dengan melihat korelasi indeksi harga emas dunia dengan nilai tukar dolar terhadap rupiah.

Kegiatan yang kali pertama dilakukan oleh EWF Medan ini akan menjadi agenda tahunan sebagai komitmen perusahaan mengedukasi masyarakat luas, agar industri perdagangan berjangka komoditi semakin dikenal dan diminati.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi