Panglima TNI Perintahkan Kasau Copot Danlanud JA Dimara

Panglima TNI Perintahkan Kasau Copot Danlanud JA Dimara
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. (ANTARA/HO-Puspen TNI/pri.)

Analisadaily.com, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI Fadjar Prasetyo diperintahkan untuk mencopot Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto dari jabatannya sebagai Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Johanes Abraham Dimara di Merauke.

Tidak hanya itu, jabatan Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Lanud setempat juga diperintahkan dicopot.

"Jadi saya minta malam ini langsung serah terimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan itu," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menanggapi insiden kekerasan yang melibatkan dua oknum TNI AU di Merauke pada Senin (26/7).

Marsekal Hadi menjelaskan keduanya dicopot karena tak dapat membina anggotanya. Hadi mengungkapkan, ia marah dengan sikap dua oknum Satpom AU yang tak peka dan melakukan kekerasan terhadap penyandang disabilitas.

"(Alasan pencopotan) Karena mereka tidak bisa membina anggotanya. Kenapa tidak peka, memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah," tegas Hadi dilansir dari Antara, Rabu (28/7).

Kadispenau Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengaskan, TNI AU akan menindak secara tegas setiap prajurit TNI AU yang melakukan tindakan pelanggaran.

"Kita akan tindak lanjuti kejadian ini, kedua oknum anggota ini akan ditindak secara tegas, sesuai aturan hukum yang berlaku di lingkungan TNI," tegas Indan.

Kadispenau menyesalkan kejadian tersebut dan memastikan bahwa kejadian ini sudah ditangani Satuan Polisi Militer Lanud Johannes Abraham Dimara (Dma), Merauke.

"Kedua oknum anggota Lanud Dma ini sudah ditahan di Satpomau, dan proses hukumnya sedang berjalan," paparnya.

Ada pun kroonlogis kejadiannya berawal pada saat kedua anggota TNI hendak membeli makan disalah satu rumah makan padang yang ada di jalan raya Mandala-Muli, Merauke, Senin (26/7).

Pada saat bersamaan terjadi keributan seorang warga dengan penjual bubur ayam yang lokasinya berdekatan dengan rumah makan padang tersebut.

Keributan ini disebabkan oleh seorang warga yang diduga mabuk, melakukan pemerasan kepada penjual bubur ayam, pemilik rumah makan padang, dan sejumlah pelanggannya.

Kedua anggota TNI AU berinisiatif melerai keributan dan membawa warga yang membuat keributan tersebut ke luar warung. Namun pada saat mengamankan warga, kedua oknum melakukan tindakan yang dianggap berlebihan terhadap warga.

"Kita menyesalkan tindakan berlebihan yang dilakukan dua oknum anggota ini pada saat mengamankan warga, dan sejak kemarin (Senin) keduanya sudah ditahan di Satpom Lanud Dma untuk proses hukum selanjutnya," ucap Kadispenau.

Baca Juga

Rekomendasi