Bela Jerinx, dr Tirta 'Serang' Adam Deni di Pengadilan

Bela Jerinx, dr Tirta 'Serang' Adam Deni di Pengadilan
dr Tirta saat menjadi saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (Detik.com)

Analisadaily.com, Jakarta - Serangan dilancarkan dr Tirta Mandira Hudhi terhadap Adam Deni saat menjadi saksi kasus yang menimpa I Gede Aryastina alias Jerinx SID.

Serangan tersebut diungkap dr Tirta untuk meringankan Jerinx SID di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (9/2).

Dia datang memakai kemeja putih dan belakangnya ada tulisan 'Generic 018' dan masker berwarna merah.

Dalam sidang itu Jerinx didakwa melakukan pengancaman berisi kekerasan terhadap Adam Deni. Jerinx melakukan itu menggunakan ponsel milik istrinya atas nama Nora Candra Dewi alias Nora Alexandra.

Lalu, apa saja serangan yang diungkap dr Tirta terhadap Adam Deni? Simak ulasan berikut yang dilansir dari detikcom, Kamis (10/2):

Adam Deni Pernah Minta Rp 80 Juta ke dr Tirta

dr Tirta mengaku pernah dimintai uang oleh Adam Deni senilai Rp 80 juta.

Permintaan uang itu berawal dari Adam Deni membuat isu bahwa dr Tirta adalah dokter pansos dengan menyertakan foto dr Tirta tanpa menggunakan masker.

Tirta mengungkapkan kejadian itu pada 20 Mei 2020. Dia mengaku mentransfer uang Rp 70 juta dalam dua tahap.

"Saat itu saya dan Saudara Wira (asisten dr Tirta) itu sedang edukasi Covid dan saat itu kita dipanggil untuk latihan menembak, saya diminta copot masker, saat itu Saudara Adam Deni dan akun The New Bikin Geregetan menggoreng saya, dan mengatakan bahwa saya adalah seorang penjilat, dokter pansos, lalu saat itu saya ditegur oleh organisasi, karena saya dianggap membuat gaduh sehingga saya diminta organisasi untuk menemui Saudara Adam Deni," cerita dr Tirta di PN Jakpus, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Rabu (9/2).

Tirta mengatakan, karena dia diminta menemui Adam Deni, terjadilah pertemuan itu. Dalam pertemuan itulah ada permintaan uang Rp 80 juta.

"Saat itu saya sedang di Wisma Relawan di Hotel Media, saksinya saat itu ada aspri saya sendiri Muhammad Winaryo. Saat itu Adam Deni mengancam melaporkan saksi saya, melaporkan aspri saya, disebabkan terjadi adu mulut secara DM dengan saat itu dia mengajak ketemu di Kedai Kopi di Bekasi," tutur Tirta.

"Lalu dia mengajak lawyer-nya dan meminta uang Rp 80 juta tapi dinegosiasi di angka Rp 70 juta, transfer lengkap, mutasi bisa dicek di Bank BCA," imbuhnya.

Tak hanya itu, Tirta juga diminta menandatangani surat kesepakatan. Isinya adalah pernyataan dr Tirta bahwa uang Rp 70 juta bukanlah pemerasan tetapi uang kerja sama.

Pengacara lantas menunjukkan SPK tersebut di persidangan. Tirta membenarkan itu.

"Ya itu tulisan saya sendiri dan yang meminta nulis itu adalah Saudara Adam Deni dan itu dibantu oleh lawyer-nya," ungkapnya.

"Di sini tidak tersebut angka, tadi Saudara katakan saudara diminta Rp 80 juta dan transfer?" tanya pengacara Jerinx, Sugeng Teguh Santoso.

"Ya transfer Rp 70 juta, dua kali," jawab Tirta.

"Kenapa di sini nggak disebut ada angka?" timpal Teguh.

"Lawyer-nya Adam Deni dan Adam Deni tidak menghendaki jumlahnya ditulis."

"Sebenarnya kalau misalkan ada perintah dari sidang dan hakim bahwa ada surat saya bisa minta BCA untuk bongkar, transaksinya itu emang ada," jelas Tirta.

Tirta mengaku setelah perseteruan dengan Jerinx, Adam Deni juga kerap meminta uang ke Tirta. Uang itu adalah uang transport Adam Deni mengedukasi hoax Covid.

"Dan setelah menyerang Jerinx dia juga minta uang transport dalam rangka membantu saya untuk hoax Covid. Setiap minta transport Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta. Kenapa saya transfer? Karena dia berjanji saat November 2020 membantu saya edukasi UMKM dan memberantas hoax Covid terutama akun telur," pungkas Tirta.

(EAL)

Baca Juga

Rekomendasi