Pihak keluarga melakukan telekonferensi dengan pihak Duta Besar Indonesia untuk Ukraina di Command Center (BCC) Balai Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Binjai, Senin (7/3). (Analisadaily/Jafar Wijaya)
Analisadaily.com, Binjai - Perangnya Ukraina dan Rusia menyebabkan sembilan orang warga Binjai dan Langkat yang bekerja di Kota Chernihiv, Ukraina sampai saat ini masih berada di pabrik plastik tempat mereka bekerja.
Ayi Rodiah istri dari Iskandar salah satu WNI yang masih terjebak, mengatakan keluarga berharap Pemerintah Indonesia segera mengevakuasi mereka.
"Harapan saya semoga suami dan teman-teman yang berada di sana bisa segera di evakuasi dari wilayah sana. Cari tempat aman," katanya saat telekonferensi dengan pihak Duta Besar Indonesia untuk Ukraina di Command Center (BCC) Balai Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Binjai, Senin (7/3).
Ayi mengatakan saat perang Ukraina dan Rusia itu pecah, dia dan suaminya Iskandar selalu berkomunikasi melalui video call. Menanyakan kabar suaminya yang terjebak di Kota Chernihiv, Ukraina bagian Utara itu.
"Saya setiap video call, saya lihat lokasi tidak aman sekali. Saya berharap sekali mereka untuk dievakuasi. Saya berharap sama Allah selalu berdoa sama Allah semoga mereka dilindungi," pintanya.
Mantan Dubes RI untuk Ukraina, Prof Yuddy Chrisnandi mengatakan saat ini pihak Indonesia tengah melakukan proses evakuasi dan telah melakukan negoisasi baik ke Rusia dan Ukraina.
"Kita sudah dengar kabar kalau ada 9 WNI yang berada di sana. Sebenarnya kalau jarak dari kita Chernihiv ke ibu Kota Kiev tidak terlalu jauh hanya dua jam. Namun, jalur itu jalur yang dimasukkan oleh pasukan Rusia dari arah Utara Belarusia. Posisi Chernihiv berada di tengah-tengah antara ibu kota Kiev dan perbatasan Belarusia," terangnya.
Yuddy menjelaskan, saat ini rekan-rekan dari Kedutaan Besar (Kedubes) Moskow sedang mengupayakan jalur evakuasi kemanusiaan dari Chernihiv ke Belarusia dan akan dibawa ke daerah aman di Rusia untuk dibawa pulang ke Indonesia.
"Namun untuk melawati jalur itu memerlukan waktu. Karena di luar pabrik situasi jauh lebih berbahaya dari dalam pabrik. Karena pabrik tersebut bukan instalasi militer dan bukan merupakan objek serangan pertempuran jadi Insya Allah relatif aman," jelasnya.
Adapun sambilan WNI yang berada di Kota Chernihiv, Ukraina itu adalah enam warga Binjai dan tiga warga Langkat di antaranya Iskandar, Muhamad Raga Prayuda, Muhamad Aris Wahyudi, Syahfitra Sandiyoga, Agus Alfirian, Rian Jaya Kusuma, Dedi Irawan, Zulham Ramadhan dan Amri Abas.
(JW/CSP)