Lolos ke Undip, Yosefin Munthe Ingin Jadi Dosen (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang - Tubuhnya mungil. Parasnya cantik. Penuh percaya diri. Ramah dan mudah mengumbar senyum. Santun lagi.
Mendengar dia lolos ke jurusan Sastra Inggris Universitas Diponegoro (Undip), wartawan menaruh rasa penasaran.
Perempuan ini menunjukkan kecakapan berbahasa asing dimaksud. Sepertinya, ia sudah mampu menjadi translater atau pembawa berita versi in English. Gaya bicara memperlihatkan performa jauh lebih dewasa dibanding usia.
Demikian sekilas kesan kala pertemuan perdana dengan Yosefin Mariana Munthe siswa SMAN 1 Sidikalang Kabupaten Dairi, Kamis (2/4).
“Iya, saya masuk di jurusan Sastra Inggris Undip,” kata Yosefin.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan keuntungan besar lantaran sudah pasti memperoleh kursi di PTN favorit. Tuhan membuka jalan.
“Kami banyak lulus jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP),” kata Yosefin.
Diterangkan, dia lumayan fasih berbahasa Inggris lantaran dibimbing sejak masa kanak-kanak.
“Mulai kecil, ibu selalu mengarahkan kami berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. Mama memang tidak lancar, tetapi berusaha berinteraksi pakai bahasa ini. Lama-lama, jadi akrab,” kata Yosefin.
Dia adalah buah hati dari pasangan suami istri Bernardus Munthe dan Lolo Situngkir. Sang ayah bekerja sebagai guru agama di tempatnya sekolah. Sedang ibu bekerja sebagai PNS di Pemkab Dairi.
“Kami rutin bangun pukul lima pagi. Kemudian ibadah. Lalu memasak, dilanjut sarapan dan bersiap sesuai aktivitas masing-masing,” kata Yosefin.
Menurutnya, selama belajar di SMAN 1 Sidikalang, tidak banyak waktu luang. Sepulang studi pukul empat sore, masuk lagi bimbingan belajar (bimbel) pukul 19.00 – 20.30 Wib.
Pemilihan jurusan sempat menjadi diskusi serius dengan orang tua. Awalnya, dia ingin mengambil jurusan psikologi. Tetapi dengan berbagai pertimbangan, ayah mendorongnya membidik sastra Inggris.
Akhirnya, keluarga sepakat dengan usulan orang tua. Dan, namanya tertera dalam daftar siswa pemenang.
“Saya ingin cepat menyelesaikan kuliah S1. Kemudian, mengambil S2 di luar negeri mempergunakan beasiswa. Sesudahnya, akan kembali dan menjadi dosen. Lewat pengabdian sebagai dosen, banyak anak bangsa bisa dicerdaskan,” kata Yosefin berdomisili di Perumahan Panji Asri Sitinjo.
Wakil Kepala Sekolah, Edwin Pasaribu menerangkan, dari 48 siswa lolos SNBP, 3 pelajar dinyatakan berhak atas kursi di Undip.
Sementara 2 siswa lainnya atas nama Alicia Meilani Panjaitan jurusan perencanaan wilayah dan kota, dan Vennya Christiani Lingga jurusan kedokteran.
“Sudah 4 tahun berturut-turut siswa kita meraih tiket kuliah di kedokteran Undip,” kata Edwin didampingi guru, Hotmartua Sipangkar.
(SSR/RZD)