Mahasiswa FKM USU Berikan Edukasi Berantas Vektor Filariasis (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Masalah sanitasi dan ancaman penyakit tropis di kawasan padat penduduk masih menjadi tantangan besar bagi derajat kesehatan masyarakat. Menyadari hal tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Kelas A Stambuk 2025 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) mengambil langkah konkret dengan menggelar aksi edukasi kesehatan dan sosial di Kelurahan Sei Mati, Jalan Brigjen Katamso, Kota Medan pada Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung semarak ini diinisiasi dalam rangka pemenuhan nilai akhir untuk mata kuliah Higiene Tropis. Pemilihan lokasi di kawasan tersebut didasarkan pada karakteristik wilayah yang padat penduduk, yang secara teori epidemiologi memerlukan pengawasan serta pemeliharaan lingkungan yang ekstra guna mencegah bersarangnya berbagai vektor penyakit tropis.
Rangkaian kegiatan diawali di Aula Kantor Lurah Sei Mati. Di dalam aula yang dipenuhi oleh warga setempat, mahasiswa FKM USU Kelas A Stambuk 25 menggelar forum sosialisasi kesehatan dengan mengangkat tema utama "Filariasis" atau yang lebih dikenal sebagai penyakit Kaki Gajah.
Dalam pemaparan materinya, mahasiswa menjelaskan secara mendalam namun menggunakan bahasa yang sederhana mengenai apa itu Filariasis, bagaimana proses penularannya melalui gigitan nyamuk, hingga langkah pencegahan sejak dini. Edukasi ini menekankan pentingnya menjaga higiene lingkungan serta penerapan pola hidup bersih sebagai benteng pertahanan utama terhadap penyakit tropis. Warga yang hadir terlihat sangat antusias, terbukti dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab mengenai kesehatan lingkungan rumah tangga.
Setelah seluruh rangkaian acara di dalam aula selesai, kegiatan langsung dilanjutkan dengan aksi nyata di lapangan. Seluruh mahasiswa Kelas A bersama-sama dengan perangkat kelurahan dan warga setempat turun langsung untuk melakukan gotong royong massal di lingkungan sekitar.
Mereka bergotong royong membersihkan parit-parit yang tersumbat, mengangkut penumpukan sampah, serta merapikan area pemukiman yang padat. Fokus utama dari gotong royong pasca-edukasi ini adalah untuk mengeliminasi genangan air dan tempat pembuangan sampah liar yang berpotensi menjadi sarang perkembangbiakan nyamuk penular Filariasis.
Melalui sinergi antara pembekalan materi edukatif di aula dan aksi fisik gotong royong di luar lapangan ini, diharapkan kesadaran masyarakat Kelurahan Sei Mati terhadap kesehatan lingkungan dapat meningkat secara signifikan. Di sisi lain, bagi para mahasiswa FKM USU, kegiatan turun langsung ke lapangan ini menjadi wujud nyata dari implementasi ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah untuk kemaslahatan masyarakat luas.
(NAI/NAI)











