Anggota DPD RI Faisal Amri Sosialisasi Empat Pilar MPR di STAI Al-Ishlahiyah Binjai

Anggota DPD RI Faisal Amri Sosialisasi Empat Pilar MPR di STAI Al-Ishlahiyah Binjai
Anggota DPD RI Faisal Amri Sosialisasi Empat Pilar MPR di STAI Al-Ishlahiyah Binjai. (Analisadaily/Bambang Riyanto)

Analisadaily.com, Medan - Sosialisasi Empat Pilar MPR RI digelar di Kampus STAI Syeikh H Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Kota Binjai, Sumatera Utara, Rabu (21/09). Lebih dari 150 peserta hadir mengikuti kegiatan ini.

Para peserta merupakan gabungan civitas akademika STAI Syeikh H Abdul Halim Hasan Al Ishlahiyah Kota Binjai, meliputi dosen dan mahasiswa.

Acara ini dibuka Ketua STAI Syeikh H Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Kota Binjai, Junaidi SPd SS MSi, serta dihadiri Anggota Komite IV DPD RI/MPR RI, H Faisal Amri SAg MAg, dan narasumber Dr Ahmad Zuhri Rangkuti Lc MHI.

Ketua STAI Syeikh H Abdul Halim Hasan Al-Ishlahiyah Kota Binjai, Junaidi SPd SS MSi, menyatakan, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI merupakan upaya penting dalam meningkatkan kesadaran dan pahaman masyarakat, khususnya para kaum intelektualis, untuk menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara dengan baik dan bertanggung jawab.

Diabadikan bersama Sivitas Akademika Al-Ishlaiyah Binjai.
Dalam hal ini, katanya, masyarakat Indonesia diharapkan mampu memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar negara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika.

"Di tengah dinamika persoalan bangsa dan instabilitas kondisi politik global, kami tetap berharap kalangan intelektual muda, khususnya mahasiswa, dapat berkiprah sesuai bidangnya, dengan orientasi pokok mendukung kemajuan Indonesia, memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa, serta terwujudnya keadilan dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia," ungkap Junaidi.

Hal senada diungkapkan Anggota Komite IV DPD RI/MPR RI, H Faisal Amri SAg MAg. Menurutnya, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI menjadi sarana yang efektif dalam menyatukan visi dan persepsi masyarakat Indonesia terkait maksud dan tujuan bernegara.

Apalagi sebagai sebuah negara yang memiliki keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama, dan adat istiadat, penguatan rasa persatuan dan kesatuan bangsa menjadi modal penting dalam mendukung keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Dengan memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam empat pilar negara, diharapkan hal ini mampu mencegah tumbuh dan berkembangnya ideologi dan pemahaman radikal, serta sikap antinasionalisme di kalangan kaum intelektualis," terang Faisal.

Sementara itu, Dr Ahmad Zuhri Lc MHI, mengatakan, empat pilar negara merupakan dapat dikatakan sebagai dasar sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia. Sebab sekat perbedaan justru disatukan oleh persamaan sejarah, identitas budaya, serta semangat dan tujuan berbangsa dan bernegara.

Dalam hal ini, katanya, sistem demokrasi sama sekali tidak bertentangan dengan konsep bernegara dalam perspektif Islam. Sebab dalam ajaran Islam, sistem pemerintahan merujuk pada dua unsur, yakni keadilan dan kemanusiaan.

"Sesungguhnya orang-orang yang mengamalkan nilai-nilai luhur empat pilar negara tidak akan merasa dirugikan. Sebab keempat hal ini mengajarkan rasa kebersamaan dan persatuan di tengah perbedaan suku, bangsa, bahasa, agama, dan adat-istiadat," ujar Ahmad Zuhri.

(BR)

Baca Juga

Rekomendasi