Siap Gelar Pameran Nasional, PPBI Deliserdang Tampilkan Bonsai Tertua di Sumut

Siap Gelar Pameran Nasional, PPBI Deliserdang Tampilkan Bonsai Tertua di Sumut
Peserta workshop PPBI Deliserdang siap menggelar pameran bonsai berskala nasional. (Analisadaily/Rinto Sustono)

Analisadaily.com, Lubukpakam - Ketua Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Deliserdang Eveready Sitorus mengatakan, ribuan tanaman bonsai, bahkan bonsai tertua di Sumatera Utara akan disertakan pada Pameran Nasional (Pamnas) pertengahan tahun ini.

"Segala sesuatunya harus kita siapkan dari sekarang. Mulai dari izin menggelar pamnas dari PPBI Pusat, permohonan juri tingkat nasional, kerjasama dengan Pemkab Deliserdang, hingga mengajak segenap kolektor dan penggemar bonsai setanah air untuk meramaikan kontes bonsai ini," ungkap Eveready pada workshop persiapan pamnas di Sekretariat PPBI Deliserdang, Lubukpakam, Minggu (16/2).

Dengan persiapan yang matang dan memanfaatkan sisa waktu empat bulan ke depan, dia berharap tidak hanya target kuantitas hingga 1.000 pohon bonsai yang akan ikut bersaing. Tapi juga diharapkan sejumlah bonsai simpanan para kolektor dan penggemar di Sumut akan keluar dan meramaikan kontes.

"Ada bonsai tertua di Sumut yang saat ini dimiliki kolektor dan menunggu saatnya diterjun pada kontes yang bergengsi" imbuhnya tanpa menyebutkan nama pemilik bonsai tertua di Sumut itu.

Pamnas yang akan digelar terkait Hari Jadi Kabupaten Deliserdang ini, merupakan kelanjutan dari pameran lokal yang sudah dua tahun berturut digelar. "Kali ini, kita membuka kesempatan dan peluang agar bonsai dari Jawa, Bali, Kalimantan, seluruh Sumatera, dan provinsi lainnya bisa ikut dalam pameran," papar Eveready.

Ketua PPBI Wilayah Sumut, Fadly Daulay mengingatkan agar usai workshop, "Kek Mana Bikin Kontes Bonsai" tersebut, kepanitian harus segera menyurati PPBI Pusat terkait persetujuan waktu, dewan juri, sertifikat, rapor, dan sebagainya.

Termasuk, lanjutnya, sesegera mungkin survey lokasi untuk memastikan tempat pameran digelar. Yang tidak kalah pentingnya, yakni bersinergi dengan kepala daerah (pemkab) dan segenap pemangku kebijakan di Deliserdang.

"Karena kita akan menjamu tamu senusantara, maka persiapan harus jeli dan matang. Begitu juga kepanitiaan harus serius dan kompak, baik dalam persiapan, pelaksanaan, hingga pascapameran," kata Fadly.

Workshop yang diikuti segenap pengurus dan anggota PPBI Deliseedang itu, juga menghadirkan pembicara Ricardo Manihuruk yang juga selalu Sekretaris PPBI Wilayah Sumut. Dia memaparkan pentingnya administrasi dan tata kelola manajemen pameran yang baik.

"Jadwal mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga pascapameran diharapkan tersusun sejak dini. Ini akan memudahkan operasional kita. Apalagi manajemen waktu ini terkait dengan jadwal bagi peserta dari luar Sumut. Mereka akan beradaptasi dengan penjadwalan kita. Kapan mereka berangkat dari daerahnya, perhitungan waktu perjalanan, sampai kapan bonsai (pohon) bisa dibawa kembali pemiliknya tanpa kurang sesuatu apapun," jelasnya.

Soal budjet juga harus diperkirakan dengan teliti. Sehingga memudahkan untuk mengumpulkan dana dari sponsor, pihak-pihak terkait, maupun dari administrasi pendaftaran peserta.

Apalagi, sambungnya, pameran ini akan berlangsung lebih seminggu, yakni sejak 28 Juni - 6 Juli 2025. Ditambah waktu persiapan di lokasi dan pengembalian pohon pascapameran, tentu akan memakan waktu lebih tiga pekan.

Tidak hanya Fadly dan Ricardo, workshop juga menghadirkan Iwan yang spesialisasi display (tata letak) pohon bonsai pameran. Juga spesialisasi perawatan bonsai saat pameran, Maman dan Raffi.

Mewakili peserta workshop, Sekretaris PPBI Deliserdang Popy Andri Harahap mengaku sangat terbantu dengan adanya paparan dan masukan dari para pembicara. Dari yang awalnya awam, kini sedikit banyak dia dan anggota lainnya sudah punya gambaran untuk menyukseskan pamnas tersebut.

(RIO/DEL)

Baca Juga

Rekomendasi