PLTA Asahan 3: Proyek Kerja Sama Jepang-Indonesia

PLTA Asahan 3: Proyek Kerja Sama Jepang-Indonesia
Dr. Takonai Susumu. (Analisadaily/Istimewa)

Oleh: Dr. Takonai Susumu*

PADA tanggal 20 Januari 2025, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Asahan 3, sebuah proyek monumental yang merupakan hasil kerjasama antara Indonesia dan Jepang. Proyek ini terletak di desa Tangga Aek Songsongan, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara dan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan energi bersih di Indonesia.

PLTA Asahan 3 merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Proyek ini dimulai pada tahun 2019 sebagai hasil dari kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan Jepang, dengan tujuan untuk memanfaatkan potensi besar sumber daya air di wilayah Asahan. Kerjasama antara Indonesia dan Jepang dalam proyek ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pendanaan hingga teknologi. Pemerintah Jepang, melalui Japan International Cooperation Agency (JICA), memberikan dukungan finansial dan teknis yang sangat penting. Teknologi canggih dari Jepang digunakan untuk memastikan bahwa PLTA Asahan 3 dapat beroperasi dengan efisiensi tinggi dan dampak lingkungan yang minimal.

PLTA Asahan 3 memiliki kapasitas terpasang sebesar 174 MW, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik sekitar 110.000 rumah tangga. Pembangkit ini menggunakan teknologi turbin air terbaru yang mampu memaksimalkan konversi energi dari aliran sungai Asahan. Selain itu, sistem pengelolaan air yang canggih juga diterapkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar area proyek.

Manfaat Ekonomi dan Ramah Lingkungan

Dengan beroperasinya PLTA Asahan 3, diharapkan akan ada peningkatan signifikan dalam pasokan listrik di Sumatera Utara, serta berkontribusi pada transisi energi bagi Indonesia, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara. Selain itu, penggunaan energi tenaga air ini akan membantu mengurangi emisi karbon, sejalan dengan komitmen Indonesia yang telah menetapkan tujuan nasional untuk mencapai nol emisi karbon pada tahun 2060.

Pemerintah Jepang mempromosikan inisiatif Asia Zero Emission Community (AZEC) sejak tahun 2022, yang bertujuan untuk mencapai transisi energi, dekarbonisasi, dan netralitas karbon di Asia dengan cara yang sesuai dengan keadaan di wilayah tersebut, dan Indonesia adalah negara mitra penting dalam AZEC. PLTA Asahan 3 merupakan bagian dari proyek AZEC ini dan menjadi contoh nyata dari bagaimana kerjasama dengan Jepang dapat menghasilkan manfaat bagi banyak pihak. Dengan teknologi canggih dan dukungan finansial dari Jepang, serta komitmen kuat dari pemerintah Indonesia, PLTA Asahan 3 ini diharapkan dapat menjadi model bagi proyek-proyek energi terbarukan lainnya di masa depan.

Sejak tahun 1976, Jepang bekerjasama dengan Indonesia dalam rangka melaksanakan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air dan Alumunium Asahan. Proyek Asahan 3 yang baru diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan bab terakhir dari serangkaian Proyek tersebut. Kerja sama Jepang dan Indonesia akan terus berlanjut di masa depan. Saya sangat berharap bahwa kerja sama yang telah terjalin selama ini akan diwariskan kepada generasi penerus di Indonesia, khususnya Sumatera Utara dan menjadi landasan hubungan persahabatan antara Jepang dan Indonesia.

Penulis adalah Konsul Jenderal Jepang di Medan.

(DEL)

Baca Juga

Rekomendasi