Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berbicara dalam konferensi pers di Markas PBB di New York pada 28 Februari 2025. (ANTARA/Handout via Xinhua/Manuel Elias)
Analisadaily.com, New York - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, sangat khawatir terkait korban jiwa dalam konflik yang meningkat di Gaza dan menyerukan agar gencatan senjata segera diterapkan kembali.
"Guterres mengutuk pembunuhan yang dilaporkan terjadi terhadap lebih dari seribu orang, termasuk wanita dan anak-anak, sejak kolapsnya gencatan senjata," kata juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, pada Rabu (2/4).
Secara khusus, Guterres, terkejut mendengar tentang serangan tentara Israel terhadap konvoi medis dan darurat di Gaza pada 23 Maret, yang menewaskan 15 tenaga kesehatan dan pekerja kemanusiaan.
Dilansir dari Antara, Kamis (3/4), Dujarric menyampaikan bahwa Guterres memberikan penghormatan kepada semua pekerja kemanusiaan yang tewas dalam konflik ini, dan menuntut penyelidikan penuh, menyeluruh, dan independen.
Guterres kembali menyerukan agar gencatan senjata segera diterapkan kembali, semua sandera segera dibebaskan tanpa syarat, akses kemanusiaan tanpa hambatan di seluruh Gaza diberikan.
PBB mencatat sebanyak 408 pekerja bantuan telah tewas di Gaza sejak Oktober 2023, dengan sekitar 280 di antaranya staf PBB.
(ANT/CSP)