BPJS Ketenagakerjaan dan Serikat Pekerja Dukung Pemerintah Wujudkan Budaya K3

BPJS Ketenagakerjaan dan Serikat Pekerja Dukung Pemerintah Wujudkan Budaya K3
BPJS Ketenagakerjaan dan Serikat Pekerja Dukung Pemerintah Wujudkan Budaya K3 (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Kementerian Ketenagakerjaan bersama BPJS Ketenagakerjaan kembali menggelar pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Dasar yang diikuti oleh perwakilan pekerja dari Konsorsium Aliansi K3.

Pelatihan ini diadakan di Kota Medan dan melibatkan peserta dari tiga organisasi serikat pekerja, yaitu Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBS), dan Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI).

Kegiatan ini adalah bagian dari upaya untuk menumbuhkan budaya K3 di kalangan pekerja di seluruh Indonesia. Sisa lima kota lain di Indonesia juga akan menjadi tempat pelaksanaan pelatihan serupa, dan ditargetkan dapat menjangkau ratusan pekerja.

Staf Khusus Kementerian Ketenagakerjaan, Indra, dalam sambutannya menyampaikan keprihatinannya terhadap rendahnya kesadaran pekerja akan pentingnya K3. Ia menyoroti fakta bahwa masih banyak pekerja yang belum menganggap K3 sebagai hal yang penting, sehingga menyebabkan tingginya angka kecelakaan kerja.

"K3 belum menjadi budaya kita. Seringkali, meskipun pekerja diberikan Alat Pelindung Diri (APD), masih ada yang kurang disiplin dan tidak menganggapnya sebagai kebutuhan," kata Indra, Jumat (29/8).

Untuk itu, pelaksanaan program promotif dan preventif sangat diperlukan, dengan dukungan dari pemerintah, pemberi kerja, serta BPJS Ketenagakerjaan. Indra menekankan pentingnya adanya alokasi anggaran untuk menurunkan angka kecelakaan kerja, sejalan dengan visi Menteri Ketenagakerjaan yang diungkapkan pada Rapat Tingkat Menteri.

Indra memberikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan atas komitmennya dalam mendukung budaya K3 melalui pelatihan yang telah dilanjutkan di beberapa kota seperti Batam dan Medan. Ia berharap pelatihan ini akan terus digelar secara lebih masif, idealnya menghasilkan satu ahli K3 untuk setiap 100 pekerja.

Ketua Umum KSPSI, Jumhur Hidayat, mengungkapkan harapannya agar seluruh anggotanya berperan aktif dalam menjunjung tinggi nilai-nilai K3 di lingkungan kerja mereka. Ia berpendapat bahwa penghormatan terhadap K3 adalah cerminan peradaban sebuah bangsa.

"Kita harus menghargai keselamatan kerja. Pengusaha, pemerintah, dan serikat buruh harus berada di garda terdepan dalam memperjuangkan dan menghormati K3," tegas Jumhur.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut I Nyoman Suarjaya menambahkan bahwa peningkatan kesadaran K3 yang diimbangi oleh kepatuhan terhadap program jaminan sosial ketenagakerjaan dapat meningkatkan produktivitas pekerja dan kinerja perusahaan.

"Keberhasilan menjalankan K3 di tempat kerja berkontribusi terhadap produktivitas dan daya saing perusahaan, yang pada akhirnya akan membawa manfaat bagi semua pihak," tutup Nyoman.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi