Cerita Lurah Karim Surbakti Sukses Sulap Pembuangan Sampah Jadi Kebun Sayur

Cerita Lurah Karim Surbakti Sukses Sulap Pembuangan Sampah Jadi Kebun Sayur
Cerita Lurah Karim Surbakti Sukses Sulap Pembuangan Sampah Jadi Kebun Sayur (Analisadaily/Yogi Yuwasta)

Analisadaily.com, Medan - Lurah Pasar Merah Timur, Karim Surbakti bersama para Kepala Lingkungan dan warga sukses menyulap lahan kosong yang berada di Gang Jawa/Sukmawati, Kelurahan Pasar Merah Timur, Kecamatan Medan Area, yang awalnya jadi lokasi pembuangan sampah berubah menjadi kebun sayur organik bernilai gizi tinggi.

Di lahan seluas kurang lebih 2000 m2 ini tumbuh subur berbagai jenis sayuran diantaranya, kangkung, sawi, bayam, terong, timun dan cabai serta berbagai tanaman obat keluarga dan 3 kolam (bioflok) lele.

"Ini lahan milik warga kita. Yang awalnya semakin belukar dan dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Lalu kita minta izin pada pemiliknya untuk memanfaatkan lahan ini. Kita mulai membersihkan lahan ini di awal Juni 2025. Sampah yang kita angkut dari lahan ini sampai sekitar 10 truk," jelas Karim Surbakti saat berbincang pada Analisadaily.com.

Usai membersihkan lahan, dibantu para kepala lingkungan (Kepling) dan warga sekitar. Kemudian Karim memesan bibit sayuran kepada keluarganya yang ada di Taiwan. Lalu menanamnya tanpa disemprot pestisida dan pupuk. Hanya memanfaatkan tanah bekas pembuangan dan pembakaran sampah saja.

"Mungkin karena ini bekas pembuangan dan pembakaran sampah jadi tanahnya cukup subur. Dan tidak perlu kita semprot pestisida. Karena baru tanam perdana sepertinya hama tanaman pun belum ada," ungkapnya.

Karim pun menceritakan bagaimana kondisi lahan kosong ini sebelum dijadikan kebun sayur. Sebelumnya, warga malas melintas di daerah ini. Selain posisi lahannya berada berseberangan dengan pemakaman, sebelumnya lahan ini juga semak. Jadi semakin menimbulkan nuansa horor. Sehingga warga malas melintas di daerah ini kalau malam hari.

Namun setelah lahan ini disulap menjadi kebun sayur organik nuansa horor sudah tak tampak lagi. Bahkan, lahan yang bersebelahan dengan kebun sayur organik ini yang sudah sejak lama ingin dijual pemiliknya sekarang sudah laku terjual.

"Dulu lahan sebelah kebun kita ini mau dijual. Tapi tak laku-laku, karena di sekitar lahannya seram sebab ditumbuhi semak belukar. Tapi setelah kita jadikan kebun sayur, akhirnya lahan sebelah itu sudah laku terjual," ungkap Karim.

Begitu juga dengan lahan yang ada di belakang kebun sayur. Dulunya dijadikan tempat/gudang barang-barang bekas dan kerap dijadikan tempat pakai sabu. Tapi setelah dibersihkan dan dijadikan gudang peralatan pertanian untuk merawat kebun, lokasi itu sudah bersih dari para pengguna sabu.

Ide awal membuat kebun sayur organik ini, sambung Karim, sebenarnya hanya ingin mentrigger warga sekaligus memberi contoh bahwa lahan kosong bisa dimanfaatkan untuk menopang perekonomian keluarga.

"Awalnya saya hanya ingin memberi contoh saja ke warga kalau lahan kosong itu bisa dimanfaatkan untuk membantu perekonomian keluarga," jelasnya.

Kini, sayur-sayur yang ditanam Karim bersama para Kepling, Kader PKK dan warga sekitar siap untuk dipanen. Dan rencanannya, Walikota Medan, Rico Triputra Bayu Waas akan hadir pada penen perdana yang dijadwalkan pekan depan.

"Untuk tahap awal hasil panen nantinya akan kita bagi-bagikan gratis kepada warga sekitar. Kita belum mengarah untuk memasarkan/mengkomersilkan hasil panen kita. Ke depannya kita juga bakal menanam lagi sayur sayuran," ungkapnya.

Selain sayur-mayur, Karim dan warga kini juga sudah mulai menanam kopi. Ditahan awal sudah ada 50 batang bibit kopi yang ditanam. Kalau sudah panen nantinya kopinya bakal kita olah sendiri dan langsung dan bisa langsung dinikmati di tempatnya langsung.

Karim Surbakti juga sudah punya konsep untuk mengembangkan lingkungannya ke depan. Rencananya, di tiap lingkungan yang ada di kelurahan Pasar Merah Timur akan dibuat satu kebun sayur dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada di tiap lingkungan.

"Karena di kelurahan kita banyak saya lihat lahan kosong. Jadi kedepannya nanti para Kepling kita akan berkordinasi dengan pemilik lahan agar bisa dimanfaatkan untuk kebun sayur," urainya.

Sementara, Pemerhati Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Hendra Kurniawan mengatakan, terobosan yang dilakukan Lurah Pasar Merah Timur, Karim Surbakti ini sangat didukung oleh masyarakatnya.

Hal ini bisa dilihat dari dukungan warga setempat yang ikut berpartisipasi dalam pengelolaan lahan hortikultura di sana secara swadaya.

Mengingat semuanya sudah memahami program yang dibuat oleh Lurahnya dapat juga diterapkan di rumahnya masing-masing. Pada gilirannya dapat meningkatkan ekonomi keluarga, seminimalnya hasil panen bisa dikonsumsi sendiri untuk keluarga.

Alumnus Fakultas Pertanian USU ini juga menambahkan, Lurah yg memiliki kompetensi harus didukung oleh stakeholder terkait. Lurah harus bisa mengembangkan potensi di wilayahnya masing-masing, sesuai potensi geografis sumberdaya masyarakat yang dimilikinya.

Lurah sebagai pimpinan terbawah yang langsung menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakatnya harus bisa jemput bola turun blusukan ke warga, jangan hanya duduk manis dibelakang meja.

"Apa yang dilakukan lurah Pasar Merah Timur layak dijadikan pilot project bagi aparatur di kelurahan lain sesuai potensi daerah nya masing-masing. Dan kepada pimpinan diatasnya bisa memantau dan memberikan peluang untuk Lurah yang berprestasi dalam membangun di wilayahnya untuk bisa mengembangkan karirnya. Dan ini momen yang tepat bagi Lurah yang memang memiliki skill yang bagus, diberikan kesempatan," jelas Hendra yang juga mantan tenaga ahli Pmberdayaan Masyarakat (UMKM) di Pemko Tebing Tinggi.

Hendra yang akrab disapa Onky menambahkan, jika 50 persen saja lahan-lahan kosong yang terlantar di Kota Medan ini disulap menjadi lahan pertanian oleh pihak kelurahan, maka akan dapat memberikan kontribusi supply oksigen, udara yang bersih di Kota Medan. Mengingat polusi udara kota Medan yang relatif tinggi akibat buangan asap kendaraan dan pabrik, terutama di wilayah industri Medan Utara.

(YY/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi