Analisadaily.com,Medan- Dibuka Bishop Gereja Methodist Indonesia (GMI) Konta Pengembangan Tahir Wijaya, MTh, kegiatan Methodist-2 Education Expo (MEE) dan Lomba Sains Plus ke-23 se-Sumatera Utara berlangsung pada 14-15 Novemver 2025 dalam suasana penuh semangat dan sukacita. Lomba Plus antar pelajar SMA/MA se-Sumatera Utara tersebut memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Bishop Wijaya menyatakan pendidikan adalah salah satu kunci dalam membangun peradaban dan masa depan bangsa. "Melalui pendidikan, kita menanamkan nilai, ilmu dan keterampilan yang akan menjadi bekal bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berubah," kata Bishop Wijaya.
"Sebagai Bishop GMI Konta Pengembangan, saya menyambut gembira dan sangat bersyukur Perguruan Kristen Methodist Indonesia (PKMI)-2 Medan dapat menyelenggarakan kegiatan MEE dan lomba sains plus ke-23 saat ini."
"Saya sebagai Pimpinan Gereja GMI Konta Pengembangan saya memberikan apresiasi kepada PKMI-2 Medan, Pimpinan Perguruan Methodist-2 Pdt Paulus Subyanto, STh, dan seluruh panitia serta keluarga besar PKMI-2 yang dengan konsisten dan kreatif menyelenggarakan MEE ini sampai yang ke-23 kalinya. Saya percaya jerih payah kita tidak akan sia-sia."
Pdt Paulus Subyanto, STh menyampaikan keterangan kepada media di ruang kerjanya usai pembukaan MEE dan Lomba Sain Plus, lomba tersebut bertujuan menumbuhkan budaya kompetitif antarpelajar dan sekolah. Meningkatkan wawasan pengetahuan, kemampuan, kreatifitas, dan kerja keras untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Membina dan mengembangkan kesadaran ilmiah. Hadir juga dalam temu pers tersebut Drs Kusno (Kepala SMA), Pdt Tommy Wijaya, SKM, MDiv (Kepala SMP) dan Drs Bob S Saragih, MSi (Ketua Panitia), Pdt J Manurung, STh (Sekretaris Panitia), Pdt Rasjid, STh (unsur panitia) dan Natanael Sembiring (Humas).
Bob Saragih menyampaikan pada Pameran Pendidikan Internasional kali ini bertemakan Pastikan Pilihan Anda, Demi Masa Depan, akan diikuti 42 Perguruan Tinggi
dari Dalam dan Luar Negeri (Seperti : Singapore, Malaysia, Kanada, Australia, China, Jepang, Taiwan, Jerman, dan lain lain). Bersamaan dengan acara Pameran Pendidikan juga diadakan Lomba Sains Plus Antar Pelajar Tingkat SMA Se-Sumatera Utara yang akan memperebutkan Piala Gubernur Sumut, yang diikuti 3.099 orang yang berasal dari 29 Kabupaten/kota di Sumut. Lomba tersebut bekerjasama dengan Lembaga Olimpiade Pendidikan Indonesia (LOPI) dan Lembaga Pendidikan Singapura sebagai tim pembuat soal. Dengan motto : “Datang, Berlomba dan Jadilah yang Terbaik”. Hal Itu diharapkan dapat menciptakan suasana kompetisi yang sehat antar siswa, dengan bidang lomba : Kimia, Fisika, Biologi, Matematika, Ekonomi dan Bahasa Inggris. Kegiatan itu juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar sekolah serta menciptakan suasana kompetitif yang sehat, sportif, dan inspiratif. Dengan mengusung semangat Berpikir Kritis, Bertindak Ilmiah, dan Berprestasi, melalui kompetisi tersebut juga diharapkan dapat ditemukan bibit-bibit unggul yang memiliki potensi untuk terus berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional.
J Manurung menambahkan dalam perlombaan tersebut, masing-masing diambil lima juara tim/ sekolah masing-masing mendapat trophy dan sertifikat. Serta juara individu/ perorangan diambil 30 juara individu/ perorangan dimana juara 1-5 memperoleh medali emas dan uang tunai, rangking 6-15 memperoleh medali perak dan bingkisan sedangkan 16-30 memperoleh medali perunggu masing-masing mendapat sertifikat dan total uang tunai 34,5 juta rupiah.
Kegiatan tersebut dimeriahkan penampilan tarian dan busana lintas budaya nusantara siswa Methodist-2 Meda. Tidak menariknya penampilan tim basket putri yang memenangkan berbagai pertandingan di dalam negeri dan kancah internasional. Juga ditampilkan siswa-siswa yang berhasil meraih perunggu, perak dan emas dalam kompetisi Sains di dalam dan luar negeri. (js)











