LAZNAS AQL Peduli dan Pemkab Aceh Timur Sepakati Program Pemulihan Pasca-Banjir Berbasis Masjid (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Aceh - Bencana banjir besar yang melanda wilayah Aceh Timur pada akhir November 2025 lalu menyisakan duka mendalam dan kerusakan infrastruktur yang masif.
Merespons kondisi tersebut, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) AQL Peduli menginisiasi gerakan pemulihan pascabencana dengan pendekatan unik, yakni berbasis masjid.
Langkah strategis ini dimulai dengan koordinasi langsung antara Pembina LAZNAS AQL Peduli, KH Bachtiar Nasir, didampingi Direktur LAZNAS AQL Peduli, Samade, bersama Pj. Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., pada Jumat (2/1).
Dalam pertemuan tersebut, KH Bachtiar Nasir memaparkan visi besar bertajuk 'Pulihkan Aceh dari Masjid'. Program ini mengedepankan peran masjid bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat distribusi bantuan, pusat pendidikan, hingga motor penggerak ekonomi umat.
"Aceh bukan hanya dipulihkan infrastrukturnya, tetapi juga iman, ilmu, dan kemandirian ekonominya. Kami berkomitmen mengawal Aceh Timur melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang terintegrasi dengan masjid," ujar KH Bachtiar Nasir.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengenang kembali masa sulit saat banjir melanda sejak 26 November 2025.
Hujan deras selama sepekan membuat hampir seluruh wilayah Aceh Timur terendam, memutuskan jaringan listrik, dan komunikasi.
"Evakuasi dilakukan menggunakan speedboat. Kami melihat langsung warga bertahan di atap rumah selama tiga hari tanpa makanan. Tercatat 57 korban meninggal dunia dalam musibah ini," ungkap Iskandar.
Data Pemerintah Kabupaten Aceh Timur menunjukkan bahwa masa pemulihan diperkirakan memakan waktu hingga 3 tahun dengan estimasi anggaran mencapai Rp7,1 triliun.
Kendala utama saat ini adalah ketersediaan lahan untuk hunian tetap (huntap) bagi warga yang harus direlokasi.
Harapan Sinergi Kemanusiaan
Bupati Iskandar menyambut hangat kehadiran LAZNAS AQL Peduli. Ia menekankan bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi logistik pangan (menuju Ramadan), perlengkapan sekolah, tenda darurat untuk puskesmas, serta pembangunan kembali mushalla yang hanyut.
"Rumah warga yang rusak menjadi tanggung jawab pemerintah, namun peran lembaga kemanusiaan seperti AQL Peduli sangat kami harapkan untuk memperkuat pemulihan ekonomi dan layanan sosial berbasis komunitas," tuturnya.
Ia pun mengapresiasi keterlibatan langsung KH Bachtiar Nasir yang dinilai memberikan semangat baru bagi masyarakat Aceh Timur untuk bangkit.
"Kami berterima kasih atas kontribusi Program Pemulihan dari Masjid ini. Semoga dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya demi menuntaskan pembangunan pascabencana di wilayah kami," pungkas Bupati Iskandar.
(JW/RZD)