Perhimpunan Mahasiswa Bumi Barumun Raya Padang Lawas Dorong Dialog dalam Dinamika Plasma Agrinas (IAN)
Analisadaily.com, Padang Lawas — Perhimpunan Mahasiswa Bumi Barumun Raya Padang Lawas PSP menyoroti dinamika yang berkembang dalam pelaksanaan kemitraan plasma PT Agrinas Palma Nusantara Bukit Harapan.
Dinamika tersebut dinilai sebagai bagian dari proses sosial yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di tengah masyarakat yang memiliki ikatan kekerabatan yang kuat.
Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Bumi Barumun Raya Padang Lawas PSP, Amrul S. Harahap, mengatakan bahwa perbedaan pandangan yang muncul tidak seharusnya berkembang menjadi konflik dan perpecahan.
"Perbedaan sikap dan pandangan adalah hal yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sosial. Namun, semua pihak perlu menyikapinya secara bijaksana agar persaudaraan dan kebersamaan tetap terjaga,"ujarnya, Sabtu(03/01).
Ia menegaskan bahwa nilai persatuan dan kepentingan bersama harus menjadi fondasi utama dalam menyikapi persoalan kemitraan plasma.
Menurutnya, kepentingan masyarakat secara kolektif perlu ditempatkan di atas kepentingan individu maupun kelompok tertentu.
Sebagai langkah konstruktif, pihaknya mendorong dibukanya ruang dialog yang terbuka, inklusif, dan berkelanjutan antara masyarakat, perusahaan, serta pihak terkait lainnya.
Dialog yang disertai keterbukaan informasi dinilai penting untuk membangun pemahaman yang utuh dan kepercayaan bersama.
Selain itu, Amrul juga menekankan perlunya evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan kemitraan plasma agar ke depan dapat berjalan lebih optimal, memberikan manfaat yang berkeadilan, serta selaras dengan kondisi sosial masyarakat setempat.
Dalam pandangannya, perusahaan sebagai mitra pembangunan memiliki peran strategis dalam menjaga iklim kemitraan yang damai dan kondusif. Pendekatan yang komunikatif, transparan, dan peka terhadap dinamika sosial masyarakat dinilai dapat memperkuat kepercayaan serta menjaga stabilitas sosial.
"Perhimpunan Mahasiswa Bumi Barumun Raya Padang Lawas PSP tetap bersikap netral dan objektif. Kami mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah dan persatuan demi terciptanya penyelesaian yang adil dan berorientasi pada kepentingan bersama," tutupnya.
(IAN/BR)