Taiwan Temukan Serangan Siber China Sepanjang 2025, Rata-rata 2,63 Juta Per Hari

Taiwan Temukan Serangan Siber China Sepanjang 2025,  Rata-rata 2,63 Juta Per Hari
Ilustrasi (Analisadaily/Pexels-Pixabay)

Analisadaily.com, Taiwan - Taiwan mencatat rata-rata 2,63 juta upaya serangan siber per hari yang berasal dari China daratan sepanjang 2025, meningkat sekitar enam persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Biro Keamanan Taiwan, melansir Antara, Senin (5/1/2026) menyebutkan pada rilis akhir pekan lalu, serangan tersebut terutama menargetkan infrastruktur vital.

Laporan itu menyebutkan sektor energi, layanan penyelamatan darurat, dan rumah sakit mengalami lonjakan serangan paling signifikan.

Tren tersebut dinilai mencerminkan upaya yang disengaja untuk melemahkan infrastruktur kritis Taiwan serta mengganggu, bahkan melumpuhkan, fungsi pemerintahan dan kehidupan sosial di pulau itu.

Biro Keamanan menambahkan, serangan siber tersebut kerap dilakukan bersamaan dengan tekanan politik dan militer.

Aktivitas peretasan dari China daratan tercatat meningkat saat Taiwan menggelar upacara penting, mengeluarkan pernyataan kebijakan utama, atau ketika pejabat senior melakukan kunjungan ke luar negeri.

Puncak serangan terjadi pada Mei 2025, bertepatan dengan peringatan satu tahun pelantikan Presiden Taiwan Lai Ching-te.

Lonjakan berikutnya terdeteksi pada November, saat Wakil Presiden Hsiao Bi-khim melakukan kunjungan ke Eropa, sebagaimana tercantum dalam laporan tersebut.

Otoritas China sebelumnya mengecam Lai dan Hsiao sebagai tokoh separatis.

Beijing memandang Taiwan yang berpemerintahan sendiri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayah China dan berulang kali menyatakan tekad untuk menyatukannya kembali, termasuk dengan penggunaan kekuatan jika dianggap perlu.

Pekan lalu, militer China menggelar latihan berskala besar di sekitar Taiwan yang disebut sebagai “peringatan keras” terhadap separatisme dan campur tangan pihak luar.

Pemerintah Taiwan menyatakan bahwa latihan militer tersebut juga disertai kampanye disinformasi.

Media milik negara China menayangkan rekaman yang diklaim sebagai video drone di sekitar Taipei 101, gedung pencakar langit ikonik di pusat Taipei.

Namun, Kementerian Pertahanan Taiwan menepis video itu sebagai bagian dari “taktik perang kognitif”.

Di saat yang sama, beredar pula rumor daring yang menyebut Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo tengah cuti selama latihan militer China berlangsung, klaim yang juga dibantah otoritas setempat.

(ANT/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi