Banyak Luka Tusuk, Kematian Pria di Kebun Padangsidimpuan Diselidiki ((istimewa))
Analisadaily.com, Padangsidimpuan - Warga Aek Gareder, Lingkungan II, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria dewasa di areal kebun warga, Kamis (8/1) sore.
Korban diketahui bernama NN (45), seorang petani asal Desa Muara Ampolu, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Saat ditemukan, kondisi jenazah sangat mengenaskan dan mengarah pada kematian tidak wajar.
Tubuh korban ditemukan terlentang di balik semak-semak tanpa mengenakan baju. Lehernya terjerat kain kaus hijau lumut yang robek, dengan ikat pinggang terikat di batang pohon karet dan terselip di leher korban. Kepala korban mengalami banyak luka. Polisi juga menemukan sejumlah tanda kekerasan di hampir seluruh tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan, AKP Hasiholan Naibaho, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab kematian korban.
"Kami belum dapat memastikan apakah ini bunuh diri atau tindak pidana. Semua akan dipastikan melalui penyelidikan dan autopsi," kata Hasiholan
Ditemukan Warga yang Mencium Bau Menyengat Penemuan jasad bermula sekitar pukul 15.37 WIB, ketika seorang warga melintas menuju kebunnya dan mencium bau tak sedap dari balik semak-semak.
Saat diperiksa, warga tersebut menemukan tubuh manusia dalam kondisi tak bernyawa dan segera melaporkannya kepada aparat setempat.
Informasi itu diteruskan ke Polres Padangsidimpuan. Petugas gabungan dari Sat Reskrim, Intelkam, dan piket fungsi langsung mendatangi lokasi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memasang garis polisi.
Unit Inafis Polres Padangsidimpuan juga melakukan identifikasi dan dokumentasi sebelum jasad dievakuasi ke RSUD Kota Padangsidimpuan menggunakan ambulans.
Di waktu hampir bersamaan, sekitar pukul 15.45 WIB, seorang perempuan bernama Nurlina Sari Siburian, istri pertama korban, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Padangsidimpuan untuk melaporkan kehilangan suaminya sejak Rabu (7/01) sore.
Saat mendengar kabar penemuan mayat di wilayah Pijorkoling, Nurlina menduga jasad tersebut adalah suaminya dan ikut menuju lokasi.
"Hasil visum ini mengarah kuat pada dugaan tindak pidana. Karena itu kami merekomendasikan autopsi," tegas Hasiholan.
Keluarga Minta Autopsi, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Pihak keluarga korban menyatakan keberatan dan meminta dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Polisi berencana membawa jasad korban ke RS Bhayangkara Medan untuk pemeriksaan lanjutan.
Saat ini, Sat Reskrim dan Sat Intelkam Polres Padangsidimpuan masih mendalami latar belakang korban, aktivitas terakhir, serta pihak-pihak yang terakhir berinteraksi dengan korban.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
"Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara resmi," ujar Hasiholan.
(IAN/BR)