Jika Diterapkan, 7 Kebiasaan Ini Bisa Dukung Kesehatan Otak dan Mental!

Jika Diterapkan, 7 Kebiasaan Ini Bisa Dukung Kesehatan Otak dan Mental!
Ilustrsi kebiasaan yang bisa diterapkan untuk dukung kesehatan otak dan mental. (Anlisadaily/Pexels-Andrew Neel)

Analisadaily.com, Jakarta - Bagi seseorang untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesehatan otak, ada terdapat beberap kebiasaan yang bisa diterapkan.

“Banyak kekhawatiran sehari-hari, seperti konsentrasi yang buruk, sering lupa, ketidakstabilan emosi, dan kelelahan mental, terkait erat dengan bagaimana otak didukung setiap hari," kata Ketua dan Direktur Grup Neurologi di RS Yatharth India Utara dr. Kunal Bahrain, melansir Antara, Jumat (9/1/2026).

Namun, kata dr Kunal Bahrain, kesehatan otak dapat dibentuk oleh kebiasaan yang konsisten dan didorong gaya hidup yang memengaruhi kognisi, suasana hati, dan ketahanan dari waktu ke waktu.

Menurut dr. Kunal Bahrain, berikut tujuh kebiasaan yang bisa diterapkan untuk mendukung kesehatan otak dan mental antara lain :

1. Memprioritaskan agar terpapar cahaya matahari pagi hari. “Ini membantu menyinkronkan siklus tidur-bangun, meningkatkan kewaspadaan di siang hari dan mendukung kualitas tidur yang lebih baik di malam hari,” katanya, mengutip Antara, Jumat (9/1/2026).

Duduk di dekat jendela atau jalan pagi di luar ruangan juga bisa dilakukan.

2. Mengusahakan agar fokus pada satu tugas. Pasalnya, multi taring yang sering dilakukan memberikan beban kognitif yang berat pada otak, mengurangi efisiensi dan melemahkan rentang perhatian seiring waktu.

3. Menulis dengan alat tulis menurutnya ampuh untuk menjernihkan pikiran karena memberikan otak cara untuk mengatur informasi dan mengatur respons emosional.

Menulis jurnal singkat menurutnya juga mampu mengurangi stres dan meningkatkan pengaturan emosi.

4. Gerakan fisik seperti yoga, jalan kaki atau peregangan secara teratur juga mampu mendukung kesehatan otak dan kestabilan emosi.

5. Tidur tepat waktu menjadi pola yang berperan dalam konsolidasi memori, pemrosesan emosi dan pemulihan neurologis.

6. Menetapkan batasan penggunaan alat digital juga diperlukan, sebab berlebihan terpapar digital membuat otak dalam kondisi waspada tinggi sehingga membatasi kemampuan untuk fokus mendalam.

7. Jeda harian untuk mengurangi stres dan mengelola tuntutan emosi yang lebih baik.

“Praktik sederhana seperti pernapasan lambat, jeda penuh kesadaran sebelum bereaksi, atau menghabiskan waktu di lingkungan sosial yang mendukung membantu menggeser sistem saraf ke arah keadaan yang lebih tenang, meningkatkan stabilitas emosional dan pengambilan keputusan,” tutupnya.

(ANT/WITA)

Baca Juga

Rekomendasi