Usaha Angkringan. (Analisadaily/Magang/Siska Tira)
Analisadaily.com, Medan - Semakin banyak anak muda yang memilih untuk tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga memulai bisnis sejak masih berstatus mahasiswa di tengah meningkatnya kebutuhan hidup dan persaingan di dunia kerja.
Angkringan, yang dianggap sebagai bisnis kuliner sederhana namun memiliki pasar yang luas, terutama di kalangan generasi muda, menjadi salah satu jenis usaha yang sangat diminati.
Fenomena ini terlihat dari munculnya angkringan yang dikelola oleh mahasiswa di salah satu sudut kota. Usaha ini mudah dijalankan, tetapi mampu menarik perhatian dan menjadi ruang produktif bagi anak muda untuk membangun kemandirian finansial mereka sendiri.
Siddik, pemilik angkringan mengatakan bahwa tujuan utamanya untuk mendirikan bisnis ini adalah untuk mendapatkan uang sendiri. Untuk menghindari bergantung sepenuhnya pada orang tua untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, termasuk biaya pendidikan, dia ingin memiliki penghasilan sendiri.
“Alhamdulillah, sejak memiliki usaha ini saya sudah mampu membayar uang kuliah secara mandiri,” katanya.
Selain faktor keuangan, dorongan kuat lainnya adalah keinginan untuk belajar dan mendapatkan pengalaman.
Ia sempat bekerja sebagai peracik minuman di sebuah kedai kopi sebelum memulai bisnisnya sendiri. Pengalaman tersebut menumbuhkan semangatnya untuk mempelajari lebih lanjut tentang dunia usaha.
Ia menyatakan bahwa modal usaha diperoleh melalui menabung dan keberanian untuk memulai.
Dia harus mengelola bisnis secara mandiri dari perencanaan hingga operasi.
Terkait harapan ke depan, ia berharap usaha kecil ini dapat berkembang menjadi bisnis yang lebih besar dalam waktu satu tahun. Bahkan, ia ingin membuka coffee shop sebagai lanjutan dari pengalaman yang sedang dijalani.
Banyak anak muda mulai melihat wirausaha sebagai cara untuk membangun kemandirian di tengah dinamika kehidupan perkotaan dan meningkatnya kebutuhan ekonomi. Berwirausaha adalah cara untuk belajar dan aktualisasi diri selain mencari uang.
Siddik, seorang mahasiswa yang mengelola angkringan kecil di adalah salah satu potret itu.
Usaha ini tumbuh di sudut kota, meskipun sederhana, sebagai representasi semangat anak muda untuk menghasilkan peluang dari keterbatasan. Banyak anak muda mulai melihat wirausaha sebagai cara untuk membangun kemandirian di tengah dinamika kehidupan perkotaan dan meningkatnya kebutuhan ekonomi. Berwirausaha adalah cara untuk belajar dan aktualisasi diri selain mencari uang.
Berita kiriman dari: Siska Tira