Meracik Harapan dari Gang Sempit: Cerita Riski Hadapi Persaingan Buka Kedai Kopi di Medan

Meracik Harapan dari Gang Sempit: Cerita Riski Hadapi Persaingan Buka Kedai Kopi di Medan
Meracik Harapan dari Gang Sempit: Cerita Riski Hadapi Persaingan Buka Kedai Kopi di Medan (Analisadaily/Dimas Arif)

Analisadaily.com, Medan - Di sebuah gang yang tenang di Jalan Air Bersih, Kota Medan, aroma kopi perlahan menguar setiap sore. Dari sanalah Muhammad Riski Lubis, yang akrab disapa Riski, meracik harapan sekaligus penghidupan.

Di usianya yang ke-30 tahun, ia memilih menjadi peracik kopi lokal dengan membuka kedai sederhana di halaman rumah saudaranya.

Riski menyajikan beragam pilihan minuman, mulai dari kopi seperti americano dan latte hingga minuman nonkopi seperti cokelat dan teh. Tak hanya itu, beberapa camilan juga tersedia sebagai teman nongkrong para pelanggan yang singgah.

Menjamurnya kedai kopi di Kota Medan tidak membuatnya gentar. Justru sebaliknya, kondisi tersebut menjadi motivasi bagi Bang Riski untuk terus berinovasi.

Ia percaya bahwa persaingan bukanlah penghambat, melainkan tantangan untuk terus berkembang dan menemukan ciri khas sendiri.

Meski kedainya berada di dalam gang yang cenderung sepi, Riski tetap optimis. Ia yakin racikan kopi buatannya mampu meninggalkan kesan, membuat pelanggan datang kembali meski harus masuk ke jalan kecil.

Keputusan membuka kedai kopi ini berawal dari kebingungannya mencari sumber penghasilan. Terinspirasi dari berbagai konten di media sosial, Riski memberanikan diri membuka usaha pertamanya.

Bermodalkan tutorial dari YouTube, ia belajar secara otodidak dan langsung mempraktikkannya sendiri.

Menurutnya, waktu paling ramai pengunjung biasanya dimulai pukul delapan malam ke atas. Pelanggan yang datang pun beragam, mulai dari mahasiswa UISU hingga para pekerja, termasuk pengemudi ojek online yang kerap singgah untuk beristirahat sejenak.

Untuk menjaga kualitas dan konsistensi rasa, Bang Riski selalu melakukan kalibrasi mesin kopi sebelum membuka kedainya. Ia mengaku cara tersebut cukup efektif dalam mempertahankan cita rasa, sekaligus menjadi kunci agar pelanggan tetap setia dan kembali lagi.

Berita kiriman dari: Dimas Arif Fadillah

Baca Juga

Rekomendasi