Aroma Lemang dan Deru CPO: Stasiun Tebing Tinggi Salah Satu Motor Ekonomi Sumatera Utara

Aroma Lemang dan Deru CPO: Stasiun Tebing Tinggi Salah Satu Motor Ekonomi Sumatera Utara
Aroma Lemang dan Deru CPO: Stasiun Tebing Tinggi Salah Satu Motor Ekonomi Sumatera Utara (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara memperkokoh posisi Stasiun Tebing Tinggi sebagai pilar utama yang mengintegrasikan mobilitas masyarakat dengan rantai pasok komoditas strategis nasional.

Berdiri sebagai stasiun persimpangan (junction), titik ini menjadi denyut nadi yang menghubungkan arus penumpang kereta api dari Medan, Pematangsiantar, hingga Rantau Prapat.

Eksistensi stasiun ini kian vital menyusul catatan volume penumpang tahun 2025 yang menembus angka 381.979 pelanggan, atau tumbuh 5,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 361.815 orang.

"Lonjakan arus penumpang ini secara otomatis menjadi mesin pertumbuhan ekonomi wilayah, mulai dari sektor angkutan lanjutan hingga geliat pendapatan pedagang kuliner lokal," ujar Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar, Minggu (25/1/2026).

Seiring meningkatnya kunjungan, Stasiun Tebing Tinggi kini menjadi salah satu gerbang bagi wisatawan yang memburu Lemang Batok, kuliner ikonik yang menobatkan wilayah ini sebagai Kota Lemang.

Akses kereta api yang nyaman memudahkan pelancong dari berbagai daerah untuk singgah dan menikmati keunikan aroma lemang yang menjadi identitas budaya dan ekonomi masyarakat setempat.

Di sisi logistik, Stasiun Tebing Tinggi menjalankan peran strategis dalam memacu kelancaran distribusi komoditi nasional melalui konektivitas langsung dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Rambutan dan PKS Pabatu.

Produk CPO dari kedua pabrik tersebut diangkut menggunakan kereta api menuju Stasiun Belawan atau Stasiun Perlanaan, untuk kemudian didistribusikan guna memenuhi pasar ekspor maupun kebutuhan domestik.

Langkah ini menegaskan komitmen KAI Divre I Sumut dalam menghadirkan efisiensi distribusi, sehingga diharapkan mampu menekan biaya logistik nasional secara signifikan.

"Simpul besi distribusi ini adalah kekuatan ekonomi yang kami kawal dengan layanan transportasi yang aman, selamat, serta tepat waktu," tegas Anwar.

Integrasi layanan penumpang dan angkutan barang di Stasiun Tebing Tinggi menjadi kunci utama yang memutar roda ekonomi Sumatera Utara.

Kehadiran KAI memastikan kekayaan daerah, mulai dari kelezatan kuliner lemang hingga hasil bumi sawit, mampu menjangkau penjuru negeri dengan cepat dan aman.

"KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan di Stasiun Tebing Tinggi demi kenyamanan penumpang dan kelancaran arus logistik nasional. KAI pastikan stasiun ini tetap menjadi tumpuan masyarakat untuk bepergian serta menjadi jembatan utama bagi kemajuan ekonomi daerah," pungkas Anwar.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi