Grib Jaya Labura Juara Turnamen Sepak Bola U-18 PSSI Labura (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, NA IX-X - Turnamen Sepak Bola U-18 yang digelar PSSI Labuhanbatu Utara (Labura) di Lapangan Sepak Bola Kota Batu, Kelurahan Kota Batu, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labura, resmi berakhir pada Minggu (25/1/2026).
Pertandingan final berlangsung tertib dan aman. Kedua tim tampil ngotot dengan saling melancarkan serangan dan menciptakan peluang. Jual beli gol mewarnai jalannya laga hingga peluit panjang dibunyikan, menandai kemenangan Grib Jaya Labura.
Ribuan penonton tampak memadati Lapangan Sepak Bola Kota Batu untuk menyaksikan laga puncak turnamen U-18 yang diselenggarakan PSSI Labura.
Turnamen ini digelar sebagai ajang pencarian bibit-bibit unggul sepak bola yang nantinya akan dibina hingga ke tingkat provinsi, bahkan nasional.
Ketua PSSI Labura, Haji Gani, mengatakan turnamen U-18 ini sengaja digelar untuk menjaring pemain muda potensial dari Labura. “Turnamen ini bertujuan mencari bibit-bibit unggul yang akan kita bawa ke tingkat provinsi, bahkan nasional, agar Kabupaten Labura dikenal memiliki pemain sepak bola yang handal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, turnamen ini menjadi sarana positif bagi generasi muda agar terhindar dari berbagai bentuk kenakalan remaja.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami berharap generasi muda Labura terhindar dari narkoba, judi online, dan kenakalan remaja lainnya. Turnamen ini akan kami gelar setiap tahun agar anak-anak muda tetap fokus berlatih,” tambahnya.
Salah seorang pemain Grib Jaya Labura, Adri Maulan Insan, mengaku pertandingan final berjalan sangat seru dan sportif.
“Pertandingannya seru karena terjadi saling balas gol. Kami berharap ke depan sportivitas tetap dijaga agar sepak bola Labura semakin maju,” katanya.
Sementara itu, Panitia Turnamen U-18, Suprijal Matindang, menjelaskan bahwa dari 28 tim yang mengikuti turnamen, hanya Grib Jaya Labura dan Persada Pulo Jantan yang berhasil melaju hingga babak final.
“Kami mengapresiasi para pemain yang menjunjung tinggi sportivitas sehingga laga final berjalan dengan baik dan aman. Ini menjadi contoh bagi tim-tim lainnya,” ujarnya.
Suprijal juga menambahkan bahwa turnamen ini digelar untuk mencegah generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, tawuran, judi online, dan kenakalan lainnya.
“Kami juga akan menilai pemain terbaik peringkat satu hingga empat untuk dibawa mewakili Kabupaten Labura ke tingkat Provinsi Sumatera Utara,” tutupnya. (GT)(WITA)











