Terdakwa Kasus Pembunuhan Anggota Paskibra di Madina Dibui Seumur Hidup

Terdakwa Kasus Pembunuhan Anggota Paskibra di Madina Dibui Seumur Hidup
Ilustrasi. (Analisadaily/AI)

Analisadaily.com, Panyabungan - Pengadilan Negeri Mandailing Natal (Madina) menjatuhkan vonis penjara seumur hidup terhadap Yunus Syahputra terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Diva Febriani, siswi SMA Negeri 1 Natal sekaligus anggota Paskibra kecamatan Natal. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang dig

Majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, sebagaimana dakwaan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Mandailing Natal.

‎Usai putusan dibacakan, penasihat hukum keluarga korban menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penegakan hukum kasus ini.

‎Ia menilai proses hukum berjalan secara transparan dan profesional sejak tahap penyelidikan hingga persidangan.

‎“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Mandailing Natal, Kejaksaan Negeri Mandailing Natal selaku Tim JPU, Kepolisian Resor Mandailing Natal, Kapolsek Natal, serta Pengadilan Negeri Mandailing Natal atas kerja sama dan komitmen dalam menegakkan hukum terhadap pelaku pembunuhan berencana ini,” ujar Dees Alwi Tan kuasa hukum keluarga korban dalam keterangannya.

‎Meski demikian, pihak keluarga korban menyatakan belum sepenuhnya puas dengan vonis penjara seumur hidup tersebut. Mereka berharap Kejaksaan Negeri Mandailing Natal dapat menempuh upaya hukum lanjutan.

‎“Kami berharap Jaksa Penuntut Umum segera mengajukan banding, agar hukuman yang lebih setimpal, yakni pidana mati, dapat diterapkan kepada terdakwa,” tegasnya.

‎Kasus pembunuhan terhadap Diva Febriani beberapa bulan lalu sempat mengguncang masyarakat Mandailing Natal dan menyedot perhatian publik luas.

Korban dikenal sebagai siswi SMA Negeri 1 Natal dan anggota Paskibra kecamatan Natal, sehingga peristiwa tersebut memicu duka mendalam sekaligus tuntutan keadilan dari berbagai elemen masyarakat.

‎Sementara itu, Kejaksaan Negeri Mandailing Natal melalui Kepala Seksi Intelijen, Jufri Wandi Banjar Nahor, menyatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) berencana mengajukan upaya hukum banding terhadap putusan tersebut.

‎“JPU akan segera menyatakan banding,” kata Jufri Banjar Nahor saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi