Musda Golkar Sumut: Kesantunan dan Pengalaman Buat Andar Amin Harahap Dipilih (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Mantan Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut, Datok Ilhamsyah, akhirnya angkat bicara tentang Musda DPD Partai Golkar Sumut yang akan digelar akhir Januari 2026. Menurutnya, dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara elektoral, tetapi juga matang secara pengalaman dan independen dalam mengambil keputusan politik.
“Golkar Sumut ke depan selain dipimpin oleh figur populer, juga membutuhkan sosok yang memahami birokrasi, paham kerja politik, dan punya keberanian mengambil sikap tanpa harus disetir kepentingan tertentu. Dalam konteks itu, Andar Amin Harahap memenuhi kriteria tersebut,” kata Datok Ilhamsyah, Rabu (28/1/2026).
Nama Andar Amin Harahap memang menguat sebagai figur sentral dalam bursa Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara. Bukan semata karena dukungan struktural yang luas, tetapi juga karena rekam jejak pengalaman pemerintahan dan politik yang lengkap.
Ilhamsyah menjelaskan, rekam jejak Andar Amin yang pernah menjabat sebagai wali kota, bupati, hingga kini anggota DPR RI periode 2024–2029 menjadi modal penting dalam memimpin partai besar seperti Golkar di tingkat provinsi.
Menurutnya, pengalaman di eksekutif dan legislatif membuat Andar memahami dinamika pembangunan daerah sekaligus mekanisme pengambilan kebijakan di tingkat nasional.
“Tidak banyak kader Golkar yang memiliki pengalaman pemerintahan dari level kota, kabupaten, hingga nasional secara berjenjang. Ini penting karena Golkar adalah partai karya dan kekaryaan,” kata Ilhamsyah.
Selain pengalaman, dia menilai karakter personal Andar Amin menjadi faktor penting. Meski tergolong politisi muda, Andar dikenal santun dalam berkomunikasi dan menjaga etika politik, baik di internal partai maupun di ruang publik. Ia juga dinilai memiliki kekuatan politik yang nyata di akar rumput, bukan kekuatan yang dibangun melalui elite atau oligarki.
“Andar itu tumbuh dari bawah. Dengan pengalaman sebagai alumni STPDN dan memimpin 2 kabupaten/kota, dia membangun jaringan politik lewat kerja organisasi dan kedekatan dengan kader berbasis masyarakat. Itu sebabnya dukungan kepada dia datang dari banyak daerah tingkat dua,” ujarnya.
Dalam konteks kepemimpinan partai, Datok menekankan pentingnya figur yang independen dan tidak mudah dikendalikan oleh kepentingan sempit. Menurutnya, Andar Amin menunjukkan konsistensi sebagai kader yang tidak bergantung pada kekuatan oligarki tertentu, sehingga memiliki ruang gerak lebih leluasa dalam menata organisasi.
“Golkar Sumut harus dipimpin orang yang berani menjaga marwah organisasi. Tidak boleh partai besar seperti Golkar dikendalikan oleh segelintir kepentingan. Andar punya posisi politik yang cukup kuat untuk bersikap mandiri dan independen,” kata Datok.
Meski demikian, Datok juga mengingatkan bahwa tantangan kepemimpinan Andar Amin tidak ringan, mengingat posisinya sebagai anggota DPR RI yang berkantor di Jakarta. Karena itu, jika terpilih, Andar dinilai perlu membentuk tim kepengurusan yang solid, kolektif, dan bekerja penuh di Sumatera Utara.
“Ketua itu adalah nakhoda, tapi kapal tidak akan jalan tanpa awak yang solid. Karena Andar bertugas di DPR RI, maka sekretaris, wakil ketua, dan struktur harian harus benar-benar kuat dan aktif di daerah,” ujarnya.
Ilhamsyah menambahkan, pembagian peran yang jelas antara ketua dan jajaran pengurus harian akan menjadi kunci agar roda organisasi tetap berjalan efektif. Menurut dia, Golkar Sumut saat ini membutuhkan kepemimpinan yang stabil, inklusif, dan mampu merangkul seluruh faksi internal pasca Pemilu 2024.
“Kalau Golkar ingin tetap mendominasi Sumut, maka konsolidasi adalah kunci. Dan konsolidasi hanya bisa dipimpin oleh figur yang diterima lintas generasi dan lintas wilayah. Dalam banyak hal, Andar Amin memiliki modal itu,” pungkasnya.
(RZD)