Misteri Kebakaran SDN Huta Ginjang: Akibat Korsleting Listrik atau Gara-Gara Asap Pengusir Tawon? (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang – Penyebab pasti kebakaran hebat yang menghanguskan gedung SD Negeri 033029 Desa Huta Ginjang, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi pada Senin (26/1) siang masih menyisakan tanda tanya.
Muncul dua versi informasi yang berbeda terkait pemicu api yang melahap empat ruangan sekolah tersebut.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Posko Siaga Parongil mengungkapkan fakta menarik. Sesaat sebelum kebakaran terjadi, dua orang dari pihak sekolah sempat mendatangi posko untuk meminta bantuan penanganan sarang tawon yang mengganggu di sekolah.
"Pihak sekolah datang memberitahukan adanya sarang tawon dan minta diusir. Namun, kami sampaikan bahwa penanganan koloni tawon biasanya paling aman dilakukan malam hari," ujar sumber dari petugas Damkar, Rabu (28/1/2026).
Tak lama setelah kunjungan tersebut, petugas justru menerima laporan bahwa sekolah tersebut telah terbakar. Beredar kabar di tengah warga bahwa ada upaya mandiri untuk mengusir tawon menggunakan metode pengasapan dengan membakar kertas kemasan telur.
Diduga, api dari pengasapan tersebut menjilat plafon kayu hingga api dengan cepat merembet ke seluruh gedung.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Dairi, Jaspin Sihombing, memberikan keterangan yang berbeda. Berdasarkan laporan Kepala Sekolah, Asper Tambunan, kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting listrik atau arus pendek.
"Penjelasan kepala sekolah, kebakaran disebabkan korsleting listrik. Soal tawon, posisinya ada di luar bangunan, bukan di dalam ruangan," tegas Jaspin.
Hal senada disampaikan Kapolsek Parongil, AKP Juni Putra Karo Sekali. Setelah meminta keterangan dari kepala sekolah dan dua orang guru, hasil penyelidikan sementara mengarah pada gangguan arus pendek.
"Saya ke lokasi bersama Kadis Pendidikan, tidak melihat adanya sarang tawon di situ. Hasil sementara penyelidikan disebabkan gangguan arus pendek," ungkap AKP Juni.
Apapun penyebabnya, amuk si jago merah telah menyebabkan kerusakan parah. Api cepat membesar lantaran plafon gedung, kursi, serta meja berbahan kayu yang mudah terbakar.
Pihak sekolah kini tengah menunggu hasil penyelidikan resmi dari kepolisian untuk memastikan kronologi sebenarnya demi keperluan administrasi dan perbaikan gedung di masa mendatang.
(SSR/RZD)