Panen Buah Naga. (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Karo - Salah satu komoditas hortikultura yang memiliki permintaan tinggi di pasar adalah buah naga. Buah naga sangat diminati di daerah produksi dan memiliki potensi besar untuk dijual di luar kota dan di pasar yang lebih luas.
Menjaga kualitas dan kesegaran buah adalah masalah utama saat mengirim buah naga ke luar kota. Benturan, suhu yang tidak stabil, dan pengiriman yang tertunda dapat merusak buah rentan. Oleh karena itu, untuk menjaga nilai jual buah, proses sortasi, pengemasan yang baik, dan pemilihan rute transportasi yang tepat sangat penting. Buah naga harus memenuhi beberapa standar kualitas sebelum dapat dikirim ke luar kota atau dijual ke pasar yang lebih besar. Ini termasuk ukuran buah yang besar, kulit yang mulus, dan tingkat kematangan yang tepat. Buah berkualitas tinggi lebih tahan lama selama pengiriman dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
Mhd. Pahrido Sembiring (26), Pemilik kebun buah naga di Tiga Panah mengatakan buah naga yang bisa dikirim harus memiliki kualitas yang bagus. "Buahnya harus besar, mulus, standar tingkat kematengan sesuai. Dan biasanya kami mengirim buah tersebut saat fisik buahnya masih tampak hijau, karena setelah sampai ke tempat tujuan buah naga akan berubah warna menjadi merah, namun tingkat kematangan tetap sesuai standar," ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Selain kualitas, biaya transportasi dan logistik juga memengaruhi harga jual buah naga. Biaya yang dikeluarkan dapat meningkat dengan jarak pengiriman, yang dapat memengaruhi harga pelanggan. Ini berarti bisnis harus menghitung biaya distribusi dengan cermat agar mereka tetap memperoleh keuntungan. Buah naga dapat dipanen pada usia sekitar satu tahun setelah penanaman. Petani memanfaatkan masa panen yang cepat ini saat mengembangkan bisnis buah naga. Pengiriman ke luar kota dianggap layak karena ada banyak peminat buah naga karena minat pasar. Bergantung pada kualitas dan kondisi pasar, harga buah naga biasanya berkisar antara Rp10.000 per setengah hingga satu kilogram di pasar. Biasanya, buah naga dikirim melalui truk ke luar kota.
“Peminat buah naga cukup banyak sehingga kami bisa melakukan pengiriman sampai 3Ton ke Medan dan ke Pekanbaru. Kami juga slalu menyajikan buah yang segar dengan kualitas yang baik sehingga sejauh ini pelanggan tidak ada yang merasa kecewa telah memilih buah dari ladang kami," ujarnya.
Buah naga dianggap memiliki prospek yang menjanjikan sebagai komoditas unggulan karena permintaan yang terus ada dan masa panen yang relatif singkat. Ini terutama benar jika dilakukan dengan baik dalam hal manajemen pascapanen dan distribusi.
Berita kiriman dari: Siska Tira Handayani











