Jokowi Effect Menguat Pascarakernas PSI, Tokoh Muda Sumut Optimistis PSI Menjadi Partai Politik Kebaikan (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan — Tokoh muda Sumatera Utara sekaligus Direktur Eksekutif Solidaritas Politik Jerry Manullang (SOPO JerMan), Jerry Edhy Manullang, menyampaikan optimisme dan harapan besar atas pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang menegaskan komitmennya untuk bekerja habis-habisan, bahkan “mati-matian”, dalam mendukung kemenangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Pemilu 2029 mendatang.
“Negara ini perlu partai yang baik. Perlu politik kebaikan, politik untuk kebaikan,” ujar Jokowi dalam pidatonya.
Jerry menilai pesan tersebut menjadi landasan moral sekaligus ideologis yang kuat bagi PSI ke depan. Ia juga menaruh kepercayaan besar kepada Bro Sahat MP Sinurat, Ketua DPP PSI Bidang Ideologi yang saat ini juga dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPW PSI Sumut.
“Bro Sahat pasti mampu menjaga agar PSI konsisten menjalankan politik untuk kebaikan di Sumatera Utara, sesuai amanah Pak Jokowi. Pengalamannya mengorganisir organisasi kepemudaan di level nasional menjadi modal penting untuk menyusun kepengurusan secara maraton hingga tingkat DPRt di 33 kabupaten/kota,” jelas Jerry. Lebih lanjut, Jerry menjelaskan bahwa SOPO JerMan merupakan lembaga yang bergerak di bidang solidaritas sosial dan politik di wilayah Kota Medan dan sekitarnya. Lembaga ini berperan sebagai sarana edukasi politik untuk menumbuhkan kesadaran serta kematangan warga negara terhadap hak-hak sosial dan politiknya. Pandangan senada juga disampaikan oleh Harris Silalahi, Ketua Dewan Pakar SOPO JerMan sekaligus Senior Konsultan di Deguru Consulting. Menurutnya, dalam dunia politik, figur pemimpin telah teruji, berintegritas panutan yang karismatik memiliki pengaruh besar terhadap loyalitas pengikutnya.
“Selain karisma, diperlukan kemampuan membangun mimpi kolektif atau doktrin partai yang kuat dan mengikat. Hal ini sangat menentukan keberlangsungan sebuah partai, khususnya PSI yang saat ini sedang berbenah menjadi partai dengan tagline/slogan- Selalu Hadir untuk Rakyat" dan penegasan sebagai "Partai Super Tbk". ujar Harris. Ia menilai kehadiran Jokowi di PSI merupakan langkah strategis. Selama sepuluh tahun memimpin Indonesia, Jokowi dinilai berhasil membangun fondasi bangsa, sehingga kehadirannya di PSI menjadi instrumen perjuangan untuk melanjutkan pembangunan dan perubahan menuju Indonesia Emas.
“Oleh karena itu, pidato dan arahan Jokowi pada Rakernas PSI di Makassar merupakan ide yang sangat tepat dan bernas untuk dijadikan landasan dalam menjalankan program partai. Namun, ide besar tersebut harus ditopang oleh struktur organisasi yang kuat,” tambahnya.
Harris menegaskan bahwa struktur partai merupakan alat utama untuk menjalankan dan membumikan gagasan dan program. Karena itu, PSI perlu mempersiapkan struktur dan atau fungsionaris terlatih, kompoten, empati kepada rakyat, yang solid, tersebar di seluruh aras perjuangan—mulai dari pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa—secara sistematis, berjenjang, dan berkelanjutan.(NAI/NAI)









