PDI Perjuangan Medan Dukung Pedagang Pasar Sambas Berjualan Hingga Akhir Maret (Analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan-Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hasyim SE, mengungkapkan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar para pedagang Pasar Sambas tetap diberi ruang berjualan hingga melewati Idulfitri tahun ini. Langkah tersebut dilakukan demi memberi waktu yang manusiawi bagi pedagang untuk bersiap sebelum relokasi.
Hasyim menegaskan, para pedagang pada prinsipnya tidak menolak putusan hukum dan siap untuk pindah. Namun, ia mengingatkan bahwa proses tersebut tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan kondisi ekonomi dan sosial pedagang yang menggantungkan hidup dari aktivitas harian di pasar.
“Pedagang itu siap pindah, tapi jangan diburu-buru. Mereka perlu waktu. Apalagi ini menjelang Imlek dan Idul Fitri, momentum penting bagi ekonomi pedagang kecil,” kata Hasyim didampingi Sekretaris Boydo HK Panjaitan dan Bendahara Ustaz Fuad Akbar, usai meninjau Pasar Sambas, Rabu (4/2).
Sejumlah pengurus DPC juga hadir. Di antaranya, Felixianus Simbolon, Tumpal Napitupulu, Agus Setiawan, dan Hermanto Sagala. Hadir juga jajaran pengurus PAC Medan Kota dan Satgas Cakra Buana.
Menurut Hasyim yang juga Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara ini, usulan penundaan itu adalah aspirasi dari pedagang, dan kami kira itu wajar, dan PDI Perjuangan mencoba agar permohonan pedagang disetujui.
Hasyim menegaskan keberpihakannya kepada pedagang Pasar Sambas yang ia nilai sebagai pihak paling dirugikan dalam persoalan ini. Ia menolak jika pedagang diposisikan sebagai pelanggar, sementara mereka selama ini berjualan dengan mengikuti arahan pengelola pasar.
Selain mendorong adanya masa transisi hingga pasca-Idulfitri, Hasyim juga meminta PUD Pasar Kota Medan untuk menghentikan penarikan retribusi kepada pedagang untuk sementara waktu.
Hasyim menilai, penarikan retribusi di tengah ketidakpastian status lokasi akan memperberat beban pedagang dan menimbulkan kerugian ganda. Dia menegaskan bahwa keberpihakannya kepada pedagang merupakan cerminan jati diri partai yang selama ini dikenal sebagai pembela wong cilik. Sesuai dengan instruksi dan perintah Ketua Umum Prof Dr. Hj. Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader dan pengurus harus turun membantu masyarakat.
Ia berharap, hasil koordinasi dengan pihak-pihak terkait dapat menjadi jalan tengah yang adil, di mana hukum tetap dihormati, namun pedagang juga diberi waktu dan ruang yang layak untuk menata ulang. usahanya setelah Imlek dan Idul Fitri.
(ARU/NAI)









