Bertaruh Nyawa di Jembatan Nagur: Lantai Berlubang, Besi Mencuat, dan Hanya Berpagar Bambu Seadanya

Bertaruh Nyawa di Jembatan Nagur: Lantai Berlubang, Besi Mencuat, dan Hanya Berpagar Bambu Seadanya
Bertaruh Nyawa di Jembatan Nagur: Lantai Berlubang, Besi Mencuat, dan Hanya Berpagar Bambu Seadanya (Analisadaily/Zainal Abidin)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai – Kondisi Jembatan Nagur yang membelah sungai di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), kini berada dalam titik nadir.

Jembatan yang menjadi urat nadi penghubung antar-desa dan kecamatan ini kondisinya sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan setiap pengendara yang melintas.

Bangunan yang didirikan sejak tahun 1970-an ini tercatat terakhir kali mendapatkan sentuhan rehabilitasi pada tahun 2000 silam. Artinya, sudah 26 tahun jembatan ini tidak mendapatkan perbaikan serius, hingga kini kondisinya menyerupai "jebakan maut".

Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (5/2/2026), kerusakan jembatan terlihat sangat masif. Lantai jembatan, tampak Clcoran beton sudah kupak-kapik dan mengelupas, menyisakan kerangka besi (rebar) yang mencuat tajam ke permukaan.

Soal keamanan, pagar pengaman jembatan sudah hancur dan jatuh ke sungai. Sebagai langkah darurat, warga hanya memasang pagar bambu seadanya agar pengendara tidak langsung terjun ke sungai.

Sedangkan elevasi jalan, terjadi ketimpangan tinggi antara badan jalan dengan lantai jembatan, terutama dari arah Desa Nagur, yang menciptakan lubang menganga dan tanjakan curam yang menyulitkan kendaraan.

Arifin (57), warga setempat, mengungkapkan kekecewaannya melihat infrastruktur yang seolah dibiarkan hampa perhatian.

"Warga harus ekstra hati-hati. Besi cornya bertimbulan di mana-mana, pagar hampir rata berpatahan. Kalau tidak waspada, motor bisa terjatuh atau ban bocor terkena besi," ujarnya dengan nada kesal.

Senada dengan Arifin, Awaluddin, seorang pengendara sepeda motor, mengaku selalu merasa was-was setiap kali melintas, terutama saat malam hari.

"Tanjakannya lebih rendah dari jembatan dan lubangnya ternganga. Sangat berbahaya kalau kita tidak fokus," tuturnya.

Mengingat status jembatan ini merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, warga menaruh harapan besar pada kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution.

Mereka meminta agar Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi segera turun ke lapangan sebelum jatuh korban jiwa.

"Kami minta Pak Bobby Nasution segera memperbaiki jembatan ini. Jangan tunggu ada warga yang terjerumus ke sungai baru bertindak. Ini akses vital kami," pungkas Arifin.

Hingga berita ini diturunkan, jembatan tersebut masih dilalui warga dengan kondisi yang terus memburuk, sementara pagar bambu menjadi satu-satunya pembatas rapuh antara pengendara dan derasnya arus sungai di bawahnya.

(BAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi