Struktur Ekonomi Sumatera Utara 2025: Sektor Jasa Perusahaan dan Real Estate Catat Ekspansi Signifikan (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Ketangguhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) kembali teruji. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang tahun 2025, ekonomi provinsi ini sukses tumbuh sebesar 4,53 persen.
Pertumbuhan ini menunjukkan tren positif di hampir seluruh lapangan usaha, yang sekaligus memperkuat posisi Sumut sebagai pemain utama di wilayah Sumatera.
Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari sinergi berbagai sektor yang mampu bertahan di tengah tantangan dinamika ekonomi global.
"Kinerja ekonomi Sumut tahun 2025 menunjukkan ketahanan yang cukup baik di tengah dinamika ekonomi global dan domestik," ujar Asim dalam keterangannya di Medan, Kamis (5/2/2026).
Menariknya, lokomotif penggerak utama ekonomi kali ini bergeser ke sektor mobilitas. Sektor Transportasi dan Pergudangan mencatatkan lonjakan tertinggi sebesar 10,74 persen, diikuti oleh Jasa Perusahaan yang tumbuh 10,45 persen.
Menurut Asim, meski sektor jasa melesat, sektor tradisional tetap menjadi fondasi yang kuat bagi Bumi Serdang Barus ini.
"Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah Transportasi dan Pergudangan, disusul Jasa Perusahaan dan Real Estate. Sementara itu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memiliki peran dominan tetap tumbuh positif sebesar 4,88 persen," tambahnya.
Dari sisi pengeluaran, daya dorong ekonomi Sumut banyak disumbang oleh aktivitas perdagangan internasional. Komponen Ekspor Barang dan Jasa tumbuh signifikan mencapai 10,24 persen.
Namun, Asim mengingatkan bahwa konsumsi domestik tetaplah jantung utama ekonomi Sumut.
"Secara struktur, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga masih menjadi komponen terbesar dengan kontribusi 51,12 persen. Ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat masih sangat bergairah," jelas Asim.
Secara regional, Sumatera Utara kini berdiri tegak sebagai penyumbang ekonomi terbesar di Pulau Sumatera dengan pangsa mencapai 23,54 persen.
Meskipun Provinsi Kepulauan Riau mencatat laju pertumbuhan tahunan yang lebih tinggi, Sumut tetap memegang porsi terbesar dalam kue ekonomi di pulau tersebut, mengungguli Riau dan Sumatera Selatan.
Pertumbuhan ini menjadi modal kuat bagi Sumatera Utara untuk melanjutkan tren positif pada tahun 2026, meskipun beberapa sektor seperti Konstruksi dan Administrasi Pemerintahan masih perlu mendapat perhatian khusus karena mengalami kontraksi.
(RZD)