Penjualan daging sapi di Pasar Tradisional Simpang Limun Medan. (Analisadaily/Dimas Arif)
Analisadaily.com, Medan - Harga daging sapi di Pasar Tradisional Simpang Limun, Medan, mengalami kenaikan menjelang Ramadan. Berdasarkan pantauan pada Senin (9/2/2026), harga daging sapi saat ini berada di kisaran Rp140 ribu per kilogram.
Seorang pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Simpang Limun, Riski (28), mengatakan kenaikan harga tersebut mulai terjadi sekitar 10 hari terakhir. Sebelumnya, harga daging sapi masih berada pada kisaran Rp125 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram, yang dinilai masih dalam kondisi normal.
“Kenaikan itu sudah dari sekitar 10 hari yang lalu. Awalnya harga sempat naik sampai Rp150 ribu per kilo, tapi sekarang turun jadi Rp140 ribu,” ujar Riski saat ditemui di lokasi.
Menurut Riski, kenaikan harga daging sapi dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah serta terbatasnya pasokan sapi impor, khususnya dari Jakarta. Ia menyebutkan, kondisi kandang sapi yang sempat kosong turut berdampak pada lonjakan harga.
“Daging ini kan bukan dikelola swasta, tapi pemerintah. Sapinya juga sapi impor, jadi sangat bergantung pada kebijakan dan pasokan dari pemerintah,” jelasnya.
Ia menambahkan, harga sempat mengalami penurunan sebesar Rp10 ribu per kilogram, yang awalnya sempat menyentuh harga 150 ribu per kilogram, setelah adanya aksi protes pedagang di Jakarta yang meminta pemerintah menurunkan harga daging sapi, kini harga daging menjadi 140 ribu per kilogram.
Selain faktor pasokan, permintaan daging sapi menjelang Ramadan dipastikan meningkat, meski masih dalam batas wajar. Menurut Riski, permintaan paling tinggi terjadi pada daging potong, sementara bagian lain seperti cincang dan tulang cenderung kurang diminati.
“Kalau menjelang hari besar, permintaan pasti naik. Tapi masih batas wajar. Biasanya daging potong lebih laku, jadi harga bagian lain kami naikkan sedikit untuk menutup kerugian,” katanya.
Riski berharap, pemerintah dapat menjaga stabilitas harga daging sapi ke depan, agar tidak memberatkan masyarakat. Ia menilai, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih belum sepenuhnya stabil, sementara harga daging sudah tergolong tinggi.
“Harapannya harga bisa diturunkan. Bukan orang nggak mau beli, tapi kaget lihat harganya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, kenaikan harga daging sapi menjelang Ramadan kerap terjadi setiap tahunnya seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Pemerintah diharapkan dapat melakukan langkah antisipatif melalui pengendalian distribusi dan ketersediaan stok sapi, agar lonjakan harga tidak terus berulang dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan.
Berita kiriman dari: Dimas Arif Fadillah