Pedagang ayam potong di Pasar Tradisional Simpang Limun Medan. (Analisadaily/Ricky Ananda)
Analisadaily.com, Medan – Harga ayam potong di Pasar Simpang Limun, Kota Medan, mengalami kenaikan dan fluktuasi menjelang bulan suci Ramadan. Kondisi tersebut dirasakan langsung para pedagang ayam potong.
Salah seorang pedagang, Dini (31), mengatakan harga ayam potong saat ini berada di kisaran Rp39.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut masih belum stabil dan berpotensi kembali naik jika pasokan ayam terganggu.
“Harga ayam sekarang tidak menentu. Kadang sudah tinggi, kadang malah terlalu tinggi. Saat ini di kisaran Rp39.000 sampai Rp40.000 per kilogram, bahkan bisa lebih kalau stok kosong,” ujar Dini saat ditemui di lapaknya, Senin (9/2/2026).
Dini menjelaskan, kenaikan harga ayam sebenarnya telah terjadi sejak beberapa bulan terakhir dan tidak hanya menjelang Ramadan. Ia menyebutkan, sejak Juli 2025, harga ayam mulai mengalami kenaikan sekitar Rp3.000 per kilogram dari harga normal yang sebelumnya berada di angka Rp30.000 per kilogram.
“Dari kemarin-kemarin harga ayam sudah naik. Awalnya Rp30.000 per kilogram, lalu naik jadi Rp33.000. Dalam satu minggu terakhir ini naik lagi jadi Rp36.000 per kilogram,” katanya.
Ia memperkirakan, tiga hari menjelang Ramadan harga ayam berpeluang kembali meningkat hingga Rp39.000–Rp40.000 per kilogram seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Menurut Dini, salah satu faktor utama penyebab kenaikan harga ayam adalah terbatasnya stok pasokan, mengingat sebagian besar ayam yang dijual didatangkan dari luar daerah.
“Stok ayam kami banyak dari luar daerah. Kalau pengiriman tersendat atau pasokan berkurang, harga langsung naik,” ujarnya.
Terkait ketersediaan stok menjelang Ramadan, Dini menilai pasokan masih tersedia, namun belum dapat dikatakan aman. Ia mengaku stok dapat berkurang sewaktu-waktu, terutama jika permintaan meningkat secara signifikan.
“Stok ada, tapi tidak bisa dibilang aman. Kalau permintaan naik dan pasokan terlambat, pasti berpengaruh ke harga,” katanya.
Selain itu, Dini mengungkapkan permintaan ayam dari pembeli mulai meningkat, terutama dari kalangan rumah tangga dan pedagang makanan.
“Pembeli sudah mulai ramai. Biasanya memang begitu kalau mau masuk puasa, banyak yang persiapan,” ucapnya.
Berdasarkan pengalamannya setiap tahun, Dini menyebut harga ayam cenderung kembali naik mendekati awal Ramadan.
“Biasanya memang naik lagi mendekati puasa. Hampir setiap tahun seperti itu,” katanya.
Dini berharap ke depan harga ayam dapat kembali stabil agar tidak memberatkan pedagang maupun masyarakat sebagai konsumen.
“Harapannya harga bisa stabil. Kalau terlalu tinggi, pembeli berkurang, pedagang juga susah,” tutupnya.
Berita kiriman dari: Ricky Ananda