HUT ke-36, Grup Srikandi Lestari Ajak Karyawan Adaptif Hadapi Era Digital

HUT ke-36, Grup Srikandi Lestari Ajak Karyawan Adaptif Hadapi Era Digital
Acara syukuran ulang tahun ke-36 PT Srikandi Inti Lestari (SIL). (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Ratusan karyawan dan manajemen dari Grup Srikandi Lestari berkumpul dalam acara syukuran ulang tahun ke-36 PT Srikandi Inti Lestari (SIL) di kantor pusat perusahaan di Jalan Sisingamangaraja No. 97, Medan, Senin (9/2/2026). Acara ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan perusahaan sekaligus menyoroti tantangan dunia outsourching di era digital, khususnya dampak media sosial yang semakin ketat dalam persaingan bisnis.

Direktur PT Srikandi Inti Lestari, Ricky Prandana Nasution, dalam pidatonya menekankan pentingnya inovasi bagi perusahaan jasa tenaga kerja seperti SIL. "Di luar sana, banyak perusahaan yang memutuskan hubungan kerja dengan karyawannya. Kita harus berinovasi agar tidak mengalami hal serupa," ujarnya.

Dia menyoroti tantangan media sosial yang "semakin kejam" dalam dunia outsourching, di mana persaingan tinggi dengan 870 perusahaan serupa di Sumatera Utara. "Ada 869 perusahaan lain yang siap menggantikan posisi kita. Makanya, kita harus memberikan yang terbaik kepada perusahaan rekanan," tambahnya.

Dia juga mengingatkan karyawan untuk menjadi pemimpin mandiri, bukan sekadar pekerja yang menunggu perintah. "Seperti di luar negeri, jadilah pekerja yang berjalan tanpa diperintah. Jika Anda tidak memiliki nilai jual, Anda akan ditinggal," katanya. Untuk menghadapi tantangan media sosial, ia mendorong setiap karyawan memiliki akun Instagram dan TikTok untuk mempromosikan perusahaan. "Munculkan konten tentang Srikandi. Secara otomatis, nilai jual perusahaan akan naik," jelasnya.

Lebih lanjut, Ricky menegaskan komitmen SIL untuk menjaga integritas. "Niat awal pendiri perusahaan adalah membantu, memberikan, dan memfasilitasi pekerjaan kepada masyarakat. Jangan rusak nama baik perusahaan demi keuntungan pribadi," pesannya.

SIL menyediakan layanan seperti security, cleaning service, driver, helper/buruh, administrasi, dan general service melalui cabang-cabangnya, termasuk Srikandi Inti Lestari Cabang Mabar, Cabang SM Raja, dan Cabang Sejati. Grup ini juga mencakup Ananda Lestari, Dara Indonesia, dan Kitakini Media Perkasa.

Komisaris Utama SIL, Dian Iskandar Nasution yang akrab disapa Clip, mengajak seluruh pihak untuk maju bersama. "Kita ingin bergerak bersama untuk membuat Srikandi lebih baik. Saya harap teman-teman Srikandi jangan pernah meminta dan menerima," ujar pengusaha yang akan dilantik sebagai Ketua HIPMI Sumut ini.

Dia menekankan prinsip transparansi dan anti-korupsi. Hal ini sejalan dengan kebijakan SIL yang tidak mengutip bayaran dari tenaga kerja untuk penempatan, memastikan proses rekrutmen dan penempatan dilakukan secara gratis dan adil.

Sementara, Direktur Utama Ridwan Amir SE menceritakan sejarah perusahaan yang dimulai pada 30 Januari 1986. "Srikandi ini saya bangun untuk menciptakan lapangan pekerjaan," katanya. Ia menjelaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan sertifikasi ISO menjadi prioritas, sehingga SIL kini memiliki lebih dari 20.000 karyawan. "Dalam perjalanan 36 tahun yang penuh liku, PT Srikandi Inti Lestari telah menjadi salah satu penyedia layanan jasa tenaga kerja terkemuka di Indonesia," pungkasnya.

(DEL)

Baca Juga

Rekomendasi