Tidak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Tambak Kulim Akhirnya Memakan Korban Jiwa

Tidak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Tambak Kulim Akhirnya Memakan Korban Jiwa
Jembatan Tambak Kulim masih rusak. (Analisadaily/G Tambunan)

Analisadaily.com, Merbau - Jembatan Tambak Kulim yang ambruk akibat bencana banjir beberapa bulan lalu di Desa Aek Tapa, Kecamatan Marbau, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), akhirnya memakan korban jiwa.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 24.00 WIB. Seorang pria bernama Supeno (40), warga Pasar Batu, Desa Sei Raja, Kecamatan Na IX/X, melintas dari arah Marbau Selatan menuju Kota Marbau dengan mengendarai sepeda motor.

Namun nahas, sepeda motor yang dikendarainya terperosok ke bagian jembatan yang ambruk. Padahal, pihak Pemerintah Kecamatan Marbau sebelumnya telah memasang jembatan darurat di samping jembatan yang rusak tersebut.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkannya ke Polsek Marbau. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas terdekat dalam kondisi kritis.

Kapolsek Marbau AKP Jonly HW Purba, SH, MH melalui Kanit Reskrim Iptu Poriaman, SH kepada wartawan, Selasa (10/2/2026), mengatakan saat ditemukan korban sudah tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke Puskesmas Marbau.

Setibanya di Puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia. Pada dini hari, pihak keluarga yang telah dihubungi menjemput jenazah dan membawanya ke rumah duka di Dusun Pasar Batu, Desa Sei Raja, untuk disemayamkan.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Marbau dr. Chairul Situmorang melalui Sutijan, SKM, menyebutkan bahwa petugas sempat memberikan pertolongan berupa pembersihan luka-luka pada tubuh korban.

Diketahui, jembatan tersebut merupakan akses penghubung antar desa dan pusat kecamatan, yakni Desa Aek Tapa, Marbau Selatan, Babussalam, Perkebunan Marbau Selatan, dan Perkebunan Pernantian.

Atas kejadian ini, masyarakat Marbau berharap Pemerintah Kabupaten Labura segera membangun kembali jembatan yang ambruk, mengingat fasilitas tersebut sangat vital dan kini telah menelan korban jiwa.

Camat Marbau, Muhammed Ali, saat dikonfirmasi melalui telepon seluler menjelaskan bahwa di lokasi sebenarnya telah dipasang rambu-rambu peringatan agar warga tidak melintas melalui jembatan yang ambruk. Namun, diduga korban tidak melihat rambu tersebut karena kondisi malam hari sehingga terjadi kecelakaan.

“Saya turut berduka cita atas meninggalnya korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk mencegah kejadian serupa terulang, pihaknya akan memasang rambu peringatan yang lebih tinggi dan mudah terlihat oleh pengguna jalan hingga jembatan Tambak Kulim dibangun kembali. (GT)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi