Menu MBG Berujung Petaka: 14 Siswa SMK Arina Sidikalang Dilarikan ke RSUD, Diduga Akibat Tempe Busuk (Analisadaily/Sarifuddin Siregar)
Analisadaily.com, Sidikalang – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Dairi. Sebanyak 14 siswa SMK Arina Sidikalang terpaksa dilarikan ke RSUD Sidikalang karena diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (11/2/2026).
Kepala Sekolah SMK Arina, Herman Sitorus, mengonfirmasi bahwa belasan siswanya harus menjalani perawatan intensif akibat gejala medis yang mengkhawatirkan.
"Hingga pukul sebelas siang ini, ada 14 siswa yang dirawat. Laporan awal muncul dari kelas 11 kecantikan. Enam siswa mengeluh mual, pusing, muntah, hingga diare," ujar Herman. Tak berselang lama, jumlah korban bertambah setelah empat siswa lainnya melaporkan gejala serupa.
Makanan tersebut disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palapa pada Selasa (10/2). Namun, testimoni dari para siswa mengungkap sisi kelam di balik sajian tersebut. Syelin Ramadhani Sembiring dan Laila Tarigan, dua siswa yang menjadi korban, mengaku kualitas makanan sangat tidak layak konsumsi.
"Nasinya berair, sayur tauge kurang masak dan tidak segar. Bahkan, tempenya sudah busuk," ungkap mereka dengan nada kecewa.
Selain tempe busuk, mereka juga menyoroti penyajian ikan tongkol kering yang diletakkan di atas sambal dengan rasa yang jauh dari kata nikmat.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Henry Manik, membenarkan peristiwa ini. "Dugaan sementara memang keracunan makanan. Saat ini seluruh korban sedang ditangani di RSUD Sidikalang," tuturnya.
Pihak rumah sakit melalui Kasi Keperawatan, Eva Napitupulu, memastikan tim medis tengah bekerja keras untuk memulihkan kondisi para pelajar tersebut.
Kejadian ini memicu kemarahan orang tua siswa. Salah satu ibu dari siswa bernama Flora Sihombing mengaku sangat terkejut mendapati anaknya harus terbaring di rumah sakit akibat program pemerintah ini.
"Lebih baik program MBG ini dihentikan kalau jadinya begini. Anak kami bukan sehat, malah keracunan," tegasnya saat ditemui di RSUD Sidikalang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut terhadap penyedia jasa katering SPPG Palapa guna memastikan penyebab pasti kontaminasi makanan tersebut.
(SSR/RZD)