Coffee Morning Bank Sumut Bersama Wartawan (Analisadaily/nirwansyah sukartara)
Analisadaily.com, Medan - PT Bank Sumut (Perseroda) menggelar kegiatan Coffee Morning bersama insan media, Rabu (11/2) sebagai bagian dari upaya mempererat sinergi dan keterbukaan informasi.
Dalam kesempatan tersebut, Komisaris Utama PT Bank Sumut (Perseroda), Firsal Ferial Mutyara, menargetkan total aset mencapai Rp100 triliun pada tahun 2030. Target tersebut dinilai realistis mengingat hingga Desember 2025, aset Bank Sumut telah mencapai Rp50 triliun.
“Kami optimis target Rp100 triliun pada 2030 bisa tercapai. Saat ini aset sudah Rp50 triliun. Artinya, kita perlu menjaga pertumbuhan secara konsisten, minimal 20 persen, dengan strategi yang tepat dan kerja bersama,” ujarnya.
Untuk mendukung pencapaian tersebut, Bank Sumut akan memprioritaskan penguatan di sektor teknologi informasi (IT). Digitalisasi menjadi fokus utama, termasuk pengembangan layanan pinjaman online khusus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Potensi pasar dinilai sangat besar dengan jumlah sekitar 400 ribu ASN yang dapat menjadi segmen strategis.
Menambahkannya, Direktur Utama PT Bank Sumut (Perseroda), Dr Heru Mardiansyah menegaskan bahwa perusahaan saat ini tengah menjalankan agenda transformasi menyeluruh sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan dan dinamika bisnis yang bergerak semakin cepat, kompleks, dan kompetitif. Agenda transformasi ini dijalankan dengan semangat “Berubah, Bertumbuh, dan Berprestasi” sebagai arah dan komitmen bersama seluruh insan perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan yang berkualitas (quality growth) dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang efektif.
Salah satu agenda transformasi yang akan dijalankan mencakup penyesuaian struktur organisasi sehingga lebih adaptif, agile, dan selaras dengan arah strategis perusahaan ke depan. Penataan struktur dilakukan untuk memastikan proses pengambilan keputusan yang lebih efektif, memperkuat fungsi-fungsi strategis seperti manajemen risiko, kepatuhan, dan pengendalian internal, serta meningkatkan kolaborasi lintas unit dalam merespons perubahan lingkungan bisnis secara terukur dan prudent dan kebutuhan nasabah. Dengan struktur yang lebih tepat, perusahaan memastikan bahwa setiap inisiatif pertumbuhan berjalan dalam kerangka tata kelola yang baik (good corporate governance).
“Transformasi adalah keharusan. Kami harus berani berubah agar organisasi lebih lincah, mampu bertumbuh secara sehat, dan pada akhirnya berprestasi secara berkelanjutan di tengah persaingan yang semakin ketat tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian yang menjadi fondasi utama industri perbankan,” ujar Direktur Utama.
Selain aspek struktural, agenda transformasi juga difokuskan pada penguatan manajemen sumber daya manusia sebagai fondasi utama keberlanjutan perusahaan. Perusahaan berkomitmen membangun SDM yang berkualitas, unggul, dan berdaya saing tinggi melalui perbaikan sistem pengelolaan talenta, pengembangan kompetensi yang berkelanjutan, serta penguatan budaya kinerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Sebagai bagian dari transformasi SDM, perusahaan juga melakukan penyempurnaan sistem jenjang karier yang jelas, transparan, dan berbasis kinerja serta kompetensi, sehingga setiap insan perusahaan memiliki arah pengembangan yang terukur dan kesempatan yang adil untuk bertumbuh dan berprestasi, didukung oleh sistem penilaian yang objektif dan program pengembangan yang selaras dengan kebutuhan organisasi.
Sejalan dengan itu, transformasi digital ditempatkan sebagai enabler utama ekspansi bisnis perusahaan. Perusahaan mempercepat digitalisasi proses dan layanan untuk membuka peluang pertumbuhan baru, memperluas jangkauan layanan, serta mendorong inovasi produk dan kanal distribusi.
Melalui pemanfaatan teknologi digital, perusahaan memperkuat pengembangan layanan berbasis transaksi, ekosistem, dan kolaborasi, yang secara langsung mendorong pertumbuhan dan diversifikasi pendapatan, khususnya dari sisi fee based income. Digitalisasi juga memungkinkan perusahaan menghadirkan layanan yang lebih relevan, cepat, dan terintegrasi dengan kebutuhan nasabah di berbagai segmen, transformasi digital juga berperan strategis dalam meningkatkan loyalitas dan engagement nasabah melalui peningkatan pengalaman nasabah (customer experience), personalisasi layanan, serta kemudahan akses produk dan layanan perbankan.
Digitalisasi juga mendukung penguatan manajemen risiko melalui peningkatan kualitas data, risk analytics, early warning system, serta pengendalian internal berbasis teknologi. Dengan demikian, ekspansi bisnis yang dilakukan dapat dimonitor secara real time, lebih akurat, dan sesuai dengan profil risiko perusahaan.
“Transformasi digital bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi merupakan motor penggerak ekspansi bisnis. Dengan dukungan teknologi dan SDM yang kompeten, kami mendorong pertumbuhan pendapatan yang lebih beragam, berkelanjutan, serta membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah,” tambahnya.
(NS/BR)