Kapolres Madina Respon Persoalan Bom Ikan hingga PETI saat Kunjungi Natal

Kapolres Madina Respon Persoalan Bom Ikan hingga PETI saat Kunjungi Natal
Kapolres Madina saat berkunjung ke Natal. (Analisadaily/Rudi Erianto S)

Analisadaily.com, Natal - Kapolres Mandailing Natal (Madina), AKBP Bagus Priandy, S.IK., M.Si., melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Mapolsek Natal, Rabu (11/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres didampingi para Pejabat Utama (PJU) Polres Madina dan disambut unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat serta pemuda setempat.

‎Kapolsek Natal, AKP Maraden Pakpahan, S.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Natal dalam kondisi kondusif.

‎Saat ini, Polsek Natal didukung 12 personel dengan tingkat kriminalitas kategori sedang yang didominasi kasus pencurian.

‎Mewakili Camat Natal, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Natal, Nori Susanda, S.Hut., M.H., menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolres. Ia menyebut Camat Natal, Mulia Gading, S.E., tidak dapat hadir karena sedang menjalankan ibadah umrah.

‎“Selamat datang Pak Kapolres di Kecamatan Natal. Mohon maaf Pak Camat tidak dapat hadir karena sedang cuti ibadah umrah, namun beliau menitipkan salam,” ujar Nori.

‎Ia berharap kunjungan tersebut dapat memperkuat sinergitas antara kepolisian dan pemerintah kecamatan.

‎“Semoga kunjungan ini mempererat sinergitas dan soliditas, serta Polri semakin menjadi pengayom di Kabupaten Mandailing Natal,” katanya.

‎Dalam sesi dialog, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik. Ketua Lembaga Adat dan Budaya Ranah Natal (LABRN), Ali Anapiah, S.H., menyoroti maraknya aktivitas pengeboman ikan di perairan Natal yang diduga dilakukan oleh nelayan dari luar daerah.

‎Hal senada disampaikan tokoh muda, Husni Iskandar. Ia menilai praktik bom ikan berdampak serius terhadap kelestarian ekosistem laut.

‎“Aktivitas bom ikan akan merusak terumbu karang dan mengancam keberlangsungan habitat laut. Dampaknya, hasil tangkapan nelayan lokal pasti berkurang,” ujarnya.

‎Menanggapi hal tersebut, AKBP Bagus Priandy meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan indikasi praktik ilegal tersebut.

‎“Bila memang ada aktivitas mencurigakan seperti pengeboman ikan, agar segera melaporkan kepada Kasat Pol Airud Polres Madina. Nanti Satpol Airud akan berkolaborasi dengan Pos TNI AL Natal dan Koramil 17 untuk bertindak,” tegasnya.

‎Dalam kesempatan itu, mantan penyidik KPK tersebut juga menyinggung penanganan kasus narkoba di wilayah Madina. Ia mengaku menerima sejumlah pertanyaan dari masyarakat terkait penangkapan terduga pengedar narkoba baru-baru ini.

‎“Prosesnya terus dikembangkan dan sedang ditangani Satres Narkoba. Dalam waktu dekat akan kami lakukan rilis resmi. Mohon dukungan semua pihak,” ujarnya.

‎Bagus menekankan bahwa persoalan narkoba menjadi salah satu perhatian utama jajarannya. Menurutnya, penanganan narkoba harus dilakukan secara komprehensif karena sebagian pengguna dinilai sudah tidak jera dengan hukuman pidana.

‎“Perlu perhatian bersama. Saya kira dibutuhkan dukungan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat, misalnya dengan pemberian sanksi sosial maupun sanksi adat,” katanya.

‎Selain narkoba, Kapolres juga menyoroti persoalan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang menjadi perhatian serius. Namun ia mengakui masih membutuhkan waktu untuk melakukan langkah penanganan strategis mengingat dirinya masih relatif baru menjabat sebagai Kapolres Madina.

Call Center 110

‎Menanggapi pertanyaan awak media terkait aplikasi pengaduan “Mangalapor” yang pernah dikembangkan sebelumnya, Kapolres menyebut setiap pimpinan memiliki program masing-masing.

‎“Setiap Kapolres punya program sendiri. Nanti kita pastikan dulu terkait aplikasi Mangalapor. Namun yang sudah pasti, Polri memiliki terobosan dari Mabes Polri, yakni Call Center 110,” jelasnya.

‎Ia menerangkan, layanan Call Center 110 dirancang untuk mempercepat respons terhadap aduan dan laporan masyarakat. Operator akan langsung menghubungkan pelapor dengan jajaran Polres atau Polsek terdekat sesuai titik lokasi.

‎“Masyarakat cukup menekan tombol 110 di handphone untuk terhubung ke layanan kepolisian terdekat,” kata Bagus.

‎Dari pantauan di lokasi, kegiatan kunjungan kerja dan silaturahmi berlangsung lancar. Acara turut dihadiri unsur TNI, kepala desa, MUI, KUA, tokoh masyarakat, serta perwakilan perusahaan perkebunan di wilayah Kecamatan Natal. (RES)

(WITA)

Baca Juga

Rekomendasi