Ekspansi Global: Salam Air Buka Penerbangan Langsung Muscat-Medan Mulai 3 Juli 2026

Ekspansi Global: Salam Air Buka Penerbangan Langsung Muscat-Medan Mulai 3 Juli 2026
Ekspansi Global: Salam Air Buka Penerbangan Langsung Muscat-Medan Mulai 3 Juli 2026 (Analisadaily/Kali A Harahap)

Analisadaily.com, Deliserdang – Gerbang internasional Sumatera Utara semakin terbuka lebar. Maskapai berbiaya rendah (low-cost carrier) asal Oman, Salam Air, resmi mengumumkan pembukaan rute penerbangan langsung perdana yang menghubungkan Muscat, Ibu Kota Oman, dengan Bandara Internasional Kualanamu (KNIA).

Langkah strategis ini dijadwalkan mulai beroperasi pada 3 Juli 2026 dengan frekuensi dua kali penerbangan dalam seminggu. Kehadiran Salam Air ini menandai koneksi langsung pertama maskapai tersebut ke Indonesia, sekaligus memperkuat cengkeramannya di pasar Asia Tenggara.

Chief Commercial Officer Salam Air, Steven Allan, mengungkapkan bahwa pemilihan Medan sebagai destinasi pertama di Indonesia bukanlah tanpa alasan. Menurutnya, Sumatera Utara merupakan pasar dengan pertumbuhan tinggi namun selama ini belum terlayani secara maksimal oleh rute internasional langsung dari Timur Tengah.

"Indonesia adalah pasar utama bagi pariwisata, perdagangan, dan mobilitas tenaga kerja. Peluncuran rute Medan mencerminkan pendekatan strategis kami dalam menghubungkan destinasi potensial dengan harga yang terjangkau dan mudah diakses," jelas Steven di Gedung Perkantoran PT Angkasa Pura Aviasi, Jumat (13/2/2026).

Rute ini tidak hanya menghubungkan dua negara, tetapi juga menawarkan konektivitas mulus melalui Muscat menuju jaringan Salam Air yang lebih luas di Timur Tengah dan Afrika, seperti Jeddah, Doha, Kuwait, Beirut, hingga Nairobi.

Kabar baik ini disambut hangat oleh pihak pengelola bandara. Managing Director PT Angkasa Pura Aviasi, Ravishankar Saravu, menyatakan bahwa rute baru ini akan menjadi katalisator bagi pengembangan objek wisata unggulan di Sumatera Utara.

"Kami sangat berbahagia menyambut rute Muscat-Medan. Kehadiran Salam Air akan membawa dampak strategis bagi pariwisata kita, mulai dari Danau Toba, Tangkahan di Langkat, hingga objek wisata lainnya yang kini lebih mudah dijangkau oleh wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Teluk," ungkap Ravishankar.

Penerbangan ini dirancang untuk mendukung koneksi lanjutan (connecting flight) yang lancar. Dengan frekuensi dua kali seminggu, jadwal ini sangat ideal bagi para jamaah umrah yang ingin melanjutkan perjalanan ke Jeddah, maupun tenaga kerja dan pebisnis yang memiliki mobilitas tinggi ke wilayah Timur Tengah.

Pembukaan rute ini diharapkan mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan asing serta memperkuat hubungan dagang antara Indonesia dan Oman melalui gerbang udara Kualanamu.

(KAH/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi