Ketua SPPG Labuhanbatu Tekankan Ketepatan Sasaran dan Kualitas Gizi Program MBG

Ketua SPPG Labuhanbatu Tekankan Ketepatan Sasaran dan Kualitas Gizi Program MBG
Susasan SPPG Labuhanbatu. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Labuhanbatu - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Labuhanbatu terus diperkuat melalui sistem pendataan, verifikasi, serta pengawasan kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.

Hal tersebut disampaikan Ketua SPPG Labuhanbatu, Fauzan Fahmi Hasibuan, saat ditemui di Medan, Kamis (12/2/2026).

Didampingi Anggota SPPG Labuhanbatu, Fauzan mengatakan visi utama dalam menjalankan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tersebut adalah memastikan bantuan makanan bergizi benar-benar meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi anak, balita, serta ibu hamil dan menyusui di wilayah Labuhanbatu.

Visi saya adalah memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi benar-benar meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi anak serta balita dan ibu hamil dan menyusui di Belawan.

"Fokus utama kami pada ketepatan sasaran, kualitas makanan sesuai standar kesehatan, pemerataan hingga wilayah terpencil, serta pelaksanaan yang transparan dan berkelanjutan dengan melibatkan potensi ekonomi lokal,” ujar Fauzan.

Ia menjelaskan, pelaksanaan program melibatkan kerja sama dengan sekolah, orang tua siswa, lansia, serta ibu hamil sebagai penerima manfaat.

Koordinasi dilakukan melalui pendataan jumlah siswa penerima MBG serta verifikasi data berdasarkan kelas, usia, dan kondisi khusus seperti alergi makanan.

“Kami memastikan data diverifikasi terlebih dahulu agar distribusi tepat sasaran. Jadwal pembagian juga disesuaikan dengan jam belajar agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Setelah proses verifikasi dilakukan, pihak sekolah membantu memastikan daftar penerima sesuai kondisi terbaru serta mendukung kelancaran distribusi di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Rudi (34), pegawai SPPG Labuhanbatu, mengatakan setiap makanan yang diproduksi telah melalui proses pengecekan sebelum didistribusikan.

“Kami melakukan pengecekan bahan dan makanan sebelum dikirim. Jika ada yang tidak sesuai standar, tidak akan didistribusikan. Jumlah porsi juga dicatat setiap hari untuk laporan,” ujar Rudi.

Menurutnya, pencatatan dan dokumentasi dilakukan sebagai bagian dari monitoring program. Laporan harian dan evaluasi berkala disampaikan kepada pihak terkait untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan.

Program MBG di wilayah LabuhanBatu diharapkan dapat berjalan konsisten melalui pendataan akurat, pengawasan kualitas pangan, serta koordinasi antara tim MBG, SPPG, dan pihak sekolah.

Baca Juga

Rekomendasi