Gerakan Lingkungan Warga Tapsel–Tapteng Capai 10.000 Ecobrick

Gerakan Lingkungan Warga Tapsel–Tapteng Capai 10.000 Ecobrick
Gerakan Lingkungan Warga Tapsel–Tapteng Capai 10.000 Ecobrick (HIH)

Analisadaily.com, Batang Toru - Program lingkungan yang dijalankan di sekitar Tambang Emas Martabe terbukti memberi dampak nyata bagi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Melalui kolaborasi PT Agincourt Resources (AR) bersama Bank Sampah Yamantab, sebanyak 10.000 botol plastik berhasil diolah menjadi ecobrick dalam program

“Aksi Bikin Ecobrick dari Hati untuk Bumi” yang berlangsung sejak Juli hingga Desember 2025 itu dipusatkan di Desa Garoga, Batang Toru dengan melibatkan masyarakat dari Kabupaten Tapsel dan Tapteng, termasuk komunitas di kawasan konservasi mangrove," kata Direktur Bank Sampah Yamantab, Damai Mendrofa kepada Analisadaily.Com melalui telepon selulernya, Senin, (16/2).

Damai menilai, program Martabe memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan mencapai target 10.000 ecobrick menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan warga mampu menciptakan perubahan nyata bagi lingkungan.

“Program ini membuka ruang partisipasi masyarakat sekaligus memberi nilai ekonomi dari limbah plastik yang sebelumnya tidak termanfaatkan,” ujarnya.

Program ecobrick tersebut melibatkan empat bank sampah binaan PT AR, yakni Gocap, Satahi, Naposo Hamubaon, dan Rap Hita Paias. Para pengelola bank sampah juga mendapatkan pelatihan produksi ecobrick bersama Waste4Change agar mampu mengolah sampah plastik secara mandiri.

Sementara itu, General Manager Operations & Deputy Director Operations PT AR, Rahmat Lubis, menyampaikan inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menyeimbangkan operasional tambang dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Program tersebut juga dikaitkan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia serta dukungan terhadap target nasional pengelolaan sampah.

Selain program berbasis komunitas, PTAR mencatat sekitar 71 persen sampah yang masuk ke fasilitas pemilahan perusahaan pada periode Juni 2024 hingga Mei 2025 berhasil didaur ulang atau dimanfaatkan kembali.

"Perusahaan juga telah menghentikan penggunaan botol plastik sekali pakai di area kerja dan mewajibkan penggunaan botol isi ulang bagi karyawan serta kontraktor sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah plastik,"ujarnya.

(HIH/BR)

Baca Juga

Rekomendasi