HPN 2026 : Integritas ! (analisadaily/istimewa)
TANGGAL 9 Februari. Di kota Serang, Banten. Berlangsung puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Rangkaian acara dua pekan sebelumnya. Salah satu, Silaturahim Nasional, antara Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (DK PWI) Pusat dengan DK Provinsi (DKP) se Indonesia pada 7 Februari.
Pertemuan nasional DK-DKP memilih tema ”Meneguhkan Integritas, Menegakkan Etika : Sinergi DK PWI dalam Menjaga Marwah Organisasi”.
Sesaat saya tertegun menelaah tema itu. Penuh makna dengan tiga arti mendalam dan sasaran tajam. Saya ingin menggarisbawahi sisi tema ini. Begini :
Pertama, meneguhkan integritas. Perlukah diteguhkan kembali ? Mengapa ? Tanpa niat “membuka luka lalu” atas kisruh yang melanda organisasi PWI di tingkat pusat meski menjalar juga ke daerah selama tahun 2024 dan 2025 yang berakhir dengan Kongres Persatuan PWI.
Maka. Pasti dari evaluasi menyeluruh, ternyata sisi integritas masih menempati urutan utama. Pengurus dan anggota organisasi PWI memang patut memiliki integritas tinggi. Jika tidak, pengelolaan organisasi akan amburadul.
Kedua, menegakkan etika. Tiada pilihan. Dalam mengelola organisasi, harus berpedoman pada etika organisasi. Sejumlah ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Dasar, Peraturan Rumah Tangga serta Kode Perilaku Wartawan (= PD/PRT/KPW) mestinya dipatuhi.
Mengabaikan apalagi melakukan hal-hal yang bertentangan dengan PD/PRT/KPW tentu memperburuk jalannya roda organisasi. Bahkan citra di tengah-tengah publik juga makin anjlok. Hilang kepercayaan publik.
Ketiga, sinergi DK PWI dalam menjaga marwah organisasi. Makin jelas, di sini fungsi dan peran DK/DKP diharapkan aktif. Sinergi dengan PWI ambil bagian dalam kegiatan yang fokus menjaga penegakan PD/PRT/KPW yang tiada lain guna menjaga marwah organisasi. Mengapa DK/DKP yang “menjaga” ? Ini sesuai dengan tujuan keberadaan DK/DKP.
Guna maksimal peran DK/DKP tentu diharapkan mereka yang berada dalam DK/DKP menguasai, memahami, mendalami hal-hal yang termaktub dalam PD/PRT/KPW. Dan, jika ada kasus yang berkaitan PD/PRT/KPW, dapat ditangani dengan arif dan selesai dengan tepat.
SEJUMLAH wadah secara bersama menyatu dalam kegiatan HPN 2026. Sebut saja Dewan Pers. Juga organisasi terkait pers nasional, antara lain : SPS, SGP, P3I, IJTI dan PWI. Pula, media siber yakni SMSI, AMSI dan JMSI.
Beberapa wadah itu menyelenggarakan pertemuan nasional. Sekaligus mempererat jalinan antarwadah, menguatkan pers nasional. Salah satu, PWI mengadakan Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) dan pertemuan nasional DK-DKP se Indonesia.
Apa kesimpulan dari pertemuan DK-DKP se Indonesia itu ? Antara lain, meningkatkan kualitas dan kuantitas sosialisasi tentang PD-PRT-KPW PWI di daerah.
Artinya agar wartawan juga fokus terus memahami/mendalami etika profesi pers, sekaligus menerapkan dalam praktek kerja jurnalistik.
Ketaatan insan media pada etika profesi sesungguhnya sejak dulu menjadi salah satu inti kekuatan integritas pers secara umum.
Berita kiriman dari: Pemred Harian Analisa











