Bupati Putra Mahkota Buka Ramadan Fair, Dari Pusat Ekonomi Hingga Layanan Publik

Bupati Putra Mahkota Buka Ramadan Fair, Dari Pusat Ekonomi Hingga Layanan Publik
Bupati Putra Mahkota Buka Ramadan Fair, Dari Pusat Ekonomi Hingga Layanan Publik (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Padanglawas - Bupati Padanglawas Putra Mahkota Alam Hasibuan membuka secara resmi pelaksanaan Palas Ramadan Fair di lapangan merdeka Sibuhuan Jumat sore (20/2/2026).

Hadir Wakil Bupati Padanglawas Achmad Fauzan Nasution, Pj Sekretaris Daerah Panguhum.Nasution, Forkopimda, tokoh agama, dan masyarakat umum.
Ramadan Fair tabun ini adalah yang pertama kali digelar sejak Padanglawas resmi berdiri pada tahun 2007.
Ramadan Fair bukan hanya sebagai pusat perputaran ekonomi melalui UMKM, tetapi di lokasi Ramadan Fair tersedia layanan publik.
Ajang ini diharapkan menjadi momentum bersejarah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Bupati Putra Mahkota Alam menyampaikan, Ramadan Fair diharapkan bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan langkah strategis untuk menggerakkan roda perekonomian daerah selama bulan suci Ramadan.
"Momentum Ramadan ini harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah,” kata Putra Mahkota Alam.
Pelaksanaan Ramadan Fair perdana ini Pemerintah Daerah menyediakan sebanyak 62 stand secara gratis bagi para pedagang yang ingin berpartisipasi dalam Ramadhan Fair.
Para pelaku usaha hanya dikenakan biaya kebersihan sebesar Rp10.000 per hari.
Kepala Dinas Koperasi dan Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag), Wyldan Ansori Hasibuan, menegaskan bahwa tidak ada pungutan lain di luar ketentuan resmi tersebut.
“Jika ada kutipan di luar biaya kebersihan yang telah ditetapkan, itu bukan bagian dari panitia pelaksana,” tegasnya.
Langkah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama pelaku UMKM yang merasa terbantu dengan fasilitas yang diberikan pemerintah daerah.
Tidak hanya menjadi pusat kuliner dan bazar UMKM, Ramadhan Fair juga menghadirkan layanan publik terpadu untuk masyarakat.
Beberapa instansi yang membuka stand pelayanan antara lain, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) melayani administrasi kependudukan, Dinas Kesehatan menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan bagi warga.
Kemudian Dinas Sosial memberikan bantuan sembako untuk lansia, santunan anak yatim, serta pendataan sosial masyarakat.
Kehadiran layanan ini membuat Ramadhan Fair bukan sekadar pusat ekonomi, tetapi juga ruang pelayanan publik yang mudah diakses masyarakat.
Salah satu pedagang, Purnama Sari Lubis, pemilik usaha Es Ubi Ungu “Bunda Palas”, mengaku bersyukur atas terselenggaranya kegiatan ini.
Ia berharap program yang diinisiasi pemerintah daerah benar-benar mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM selama Ramadan.
“Semoga tujuan Bapak Bupati untuk membawa perubahan ekonomi yang lebih baik bisa tercapai. Kami sangat berterima kasih,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat Kabupaten Padang Lawas terlihat sejak hari pertama pembukaan. Warga memadati area Lapangan Merdeka Sibuhuan untuk menikmati suasana Ramadan yang lebih semarak.
Ramadhan Fair 2026 ini menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal sekaligus mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Dengan semangat “Ramadhan Penuh Berkah 1447 H”, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Padanglawas.
(ATS/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi