Bisnis Hotel di P.Sidimpuan Lesu Imbas Terhentinya Operasional Tambang Martabe (HIH)
Analisadaily.com, Padangsidimpuan - Manajemen Mega Permata Hotel Padangsidimpuan mengaku bisnis perhotelan mengalami penurunan signifikan sejak operasional Tambang Emas Martabe di Batang Toru yang dikelola PT Agincourt Resources terhenti pascabencana hidrometeorologi pada 25 November 2025.
Marketing Manajer Mega Permata Hotel, Heru Wijaya, A.Ma.Par., CRMH, kepada wartawan di Padangsidimpuan, Selasa (24/2), mengatakan perusahaan tambang selama ini menjadi salah satu pelanggan tetap yang rutin memanfaatkan fasilitas hotel, baik untuk penginapan karyawan, rapat, maupun penyelenggaraan acara.
Menurut Heru, dampak penghentian aktivitas mulai terasa sejak akhir November 2025.
Pada Desember 2025, pihak tambang sempat melakukan pemesanan untuk sebuah kegiatan, namun akhirnya dibatalkan karena seluruh kegiatan operasional dihentikan.
“Pembatalan tersebut tentu berdampak pada pendapatan hotel. Biasanya ada sejumlah agenda rutin yang digelar, kini tidak lagi terlaksana,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kontribusi sektor tambang terhadap tingkat hunian kamar dan penggunaan aula cukup besar. Sejak aktivitas itu berhenti, okupansi mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Selain layanan penginapan, sektor pendukung seperti katering dan penyewaan ruang pertemuan turut terdampak. Kondisi ini membuat manajemen melakukan penyesuaian strategi pemasaran guna menutup kekosongan pasar dari segmen korporasi.
Heru berharap pemerintah dapat melakukan kajian komprehensif terkait keberlanjutan operasional tambang agar aktivitas ekonomi di daerah, termasuk perhotelan dan usaha pendukung lainnya, kembali pulih.
“Kami berharap ada solusi terbaik karena sektor usaha saling berkaitan dan dampaknya dirasakan bersama,” katanya.
(HIH/BR)