Hasil Uji Laboratorium Kasus Keracunan MBG di Sidikalang, Menu Terkontaminasi Bakteri

Hasil Uji Laboratorium Kasus Keracunan MBG di Sidikalang, Menu Terkontaminasi Bakteri
Hasil Uji Laboratorium Kasus Keracunan MBG di Sidikalang, Menu Terkontaminasi Bakteri (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Sidikalang - Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMK HKBP dan SMK Arina Sidikalang belum lama ini menemukan titik terang.

Bupati Kabupaten Dairi, Vickner Sinaga, Selasa (24/2) memaparkan, menu makanan yang disajikan, terindikasi terkontaminasi bakteri.

Hal tersebut disampaikan mengacu hasil uji laboratorum kesehatan daerah (Labkesda) Medan.

“Hasil uji terhadap sampel makanan, menu tersebut terindikasi terkontaminasi bakteri,”ujar Vickner didampingi Wakil Bupati, Wahyu Daniel Sagala dan pejabat terkait.

Vickner menyebut, pemeriksaan sampel dilakukan 23 Januari-18 Februari.

“Hasil uji mikro biologi terhadap sampel, terindikasi terkontaminasi bakteri,” kata Vickner lagi.

Top manajemen ini menandaskan, tidak akan mentolerir kelalaian dalam penyediaan makanan bagi peserta didik.

Dikatakan, kegiatan ini adalah bagian dari program strategis nasional. Harus didukung bersama menyongsong Indonesia Emas di 2045. Namun demikian, keselamatan dan kesehatan siswa adalah prioritas utama.

“Kita akan melakukan evaluasi dan intervensi menyeluruh terhadap sistem pengadaan, pengolahan, hingga distribusi MBG,” kata Vickner.

Vickner menerangkan, pemerintah dan tim terkait telah memberikan pelayanan maksimal bagi 280 siswa terdampak. Kondisi generasi muda sudah stabil dan kembali belajar mormal.

Dia memastikan, seluruh biaya perawatan di rumah sakit Sidikalang dan Serenapita dan beberapa Puskesmas dan klinik ditanggung Badan Gizi Nasional (BGN).

Vickner memberi pesan khusus kepada Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Dairi. Targetnya, supaya pengawasan lebih ketat terutama kepemilikan sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS), standar keamanan pangan nasional, taat pada standar operasional prosedur (SOP).

Kepala Dinas Kesehatan, Henry Manik menerangkan, gejala mendera para siswa seperti mual, muntah, sakit perut dan diare mengarah pada dugaan keracunan makanan akibat kontaminasi bakteri.

“Gangguan pencernaan dialami pelajar, mengarah kontaminasi bakteri,” kata Henry.

Dipaparkan, setelah mendapat penanganan medis secara intensif, semua pasien sudah pulih dan stabil. Perawatan dilaksanakan tim medis di RSUD Sidikalang, Puskesmas Huta Rakyat dan RS Serenapita.

Henry merinci, pada sample makanan di SMK HKBP ditemukan bakteri Stapilococus Aureus dan Bacillus Cereus. Mikro organisme itu didapati pada nasi putih dan kapang kamir pada menu gulai ayam.

Sementara pada sample makanan di SMK Arina, ditemukan kapang kamir pada nasi putih. Total Coliform terdeteksi pada sayur tumis tauge. Organisme Total Coliform juga ditemukan pada tempe goreng tepung, kata Henry.

Henry menjelaskan, keracunan muncul diduga akibat durasi waktu antara proses pengolahan makanan hingga dikonsumsi siswa. Rentang waktu terlalu lama.

“Keracunan muncul diduga akibat durasi proses masak dan konsumsi terlalu jauh,” kata Henry.

Kondisi sedemikian memicu pertumbuhan bakteri pada makanan. Hal tersebut diperparah oleh suhu penyimpanan dan distribusi yang tidak memenuhi standar keamanan pangan.

Korwil BGN Dairi, Pahlawan Nasution menyampaikan, setelah kejadian tersebut, operasional SPPG terkait dihentikan sementara.

Operasional SPPG Sidikalang III telah dihentikan sementara menyusul dugaan keracunan, kata Nasution. Ditambahkan, pembiayaan pengobatan siswa selama di rumah sakit akan ditanggung DIPA BGN.

“BGN akan mengevaluasi dan audit menyeluruh terhadap SOP produksi dan distribusinya," katanya.

Sebagaimana keluhan siswa SMK Arina, menu disajikan SPPG Palapa, nasinya berair. Tempe busuk dan rasa pahit. Sayur tauge juga kurang masak.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi